oleh

Tim Pemburu Pelanggar Prokes Dilaunching, Ini Besaran Sanksi Bagi Pelanggar Perbup 57/2020

Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tulungagung resmi melaunching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes), Rabu (17/9/2020) malam.

Tim gabungan yang berasal dari unsur TNI/Polri, dan Satpol PP ini bertugas untuk mencari warga, pelaku usaha, dan pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat, dan fasilitas umum yang melanggar protokol kesehatan seperti yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 57 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Adapun sasarannya adalah, warga dan pelaku/penanggung jawab usaha yang tidak memakai masker, tidak mencuci tangan secara teratur, tidak menerapkan physical distancing, dan warga yang tidak menerapkan Perilaku Hidup Bersih, dan Sehat (PHBS).

Sedangkan lokasinya bisa dimana saja seperti, di tempat kerja/perkantoran, sekolah, tempat ibadah, stasiun/terminal, pertokoan, tempat wisata, area publik, dan sebagainya.

“Jadi Perbup Nomor 57 tahun 2020, dan Tim Pemburu Pelanggar Prokes ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 sekaligus Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo.

Baca Juga  Cegah 139 Penderita TBC Baru Tertular Covid-19, Ini Upaya Dinkes Kota Marmer

Maryoto mengungkapkan, langkah ini sengaja ditempuh agar penanganan Covid-19 di Tulungagung bisa maksimal. Selain untuk menekan angka penyebaran, juga untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Sebenarnya tingkat kepatuhan masyarakat sudah tinggi, namun masih ada masyarakat yang masih menganggap remeh Covid-19,” jelasnya.

Maryoto menjelaskan, adapun sanksi yang disiapkan bagi pelanggar prokes yakni, bagi perorangan akan diberikan teguran lisan/tertulis, kerja sosial hingga pemberian denda sebesar Rp 25 ribu.

Sedangkan untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat atau fasilitas umum yakni, teguran lisan/tertulis, denda administrasi antara Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Jika tetap membandel, tentu akan dilakukan penghentian sementara tempat usaha hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Maryoto mengatakan, denda yang dibayar tersebut langsung akan masuk ke kas daerah.

“Tentu kami tidak mengharapkan uang denda, tetapi kami berharap semua masyarakat mentaati prokes,” tukasnya.

Sementara itu Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan hadirnya Tim Pemburu Pelanggar Prokes ini diharapkan bisa menyadarkan mayarakat untuk mentaati prokes. Sebab, perkembangan Covid-19 secara nasional maupun di Tulungagung semakin meningkat.

Baca Juga  Polres Tulungagung Gelar Sertijab Kapolsek Rejotangan, Ini Pesan Kapolres

“Jika kita tidak mendisiplinkan diri, tentu dapat memicu dan memperburuk situasi,” terangnya.

Terlebih lanjut Pandia, banyak warga di pedesaan yang keluar rumah dengan tidak memakai masker, tapi kesehatan adalah yang paling utama.

“Kami hanya berharap, Tim Pemburu Pelanggar Prokes yang bergerak 24 jam ini tetap semangat dan bersabar dalam mengedukasi masyarakat,” tukasnya. (yp)

News Feed