oleh

Tegakkan Prokes 24 Jam, Kasatpol PP : Masih Ditemukan Pelanggar

Surabaya (afederasi.com) – Razia protokol kesehatan (Prokes) terus digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menekan penyebaran Covid-19. Tak hanya siang, penegakkan Perwali 33/2020 ini juga dilakukan malam hari. Meski dilakukan secara intens, namun tetap saja ada warga yang terjaring karena tidak memakai masker.

“Meski jumlah pelanggar prokes sudah menurun, namun kami masih menemukan warga yang melanggar,” tegas Kasatpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto.

Eddy mengatakan, razia prokes tidak hanya berlangsung saat pagi atau siang. Namun penertiban ini juga dilakukan saat malam, terutama menyasar ke tempat-tempat yang aktivitas kegiatan dominan pada malam.

“Jadi kalau operasi itu kita laksanakan setiap hari. Kita operasi gabungan bersama TNI dan Polri di enam titik,” ungkap Eddy saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2020).

Eddy mengungkapkan, sementara saat malam operasi gabungan berlangsung secara mobile dari satu tempat ke tempat lain. Sasarannya di warung-warung atau kedai kafe yang biasa digunakan anak-anak nongkrong.

“Kalau malam ada tiga regu. Jadi satu regu dari Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan kita sendiri,” ujarnya.

Baca Juga  Wajah Baru Form Perhitungan Surat Suara Pilkada 2020

Meski jumlah pelanggar prokes sudah menurun, namun ia menyatakan bahwa masih ada saja beberapa warga yang terjaring karena tidak memakai masker. Karena itu, operasi yang dilaksanakan bersama jajaran Polres tersebut akan memberikan para pelanggar prokes itu sidang di tempat.

“Kalau kita sanksi masih mengacu pada Perwali No 33 Tahun 2020 kita lakukan penyitaan KTP selama 14 hari,” kata Eddy.

Bahkan, untuk memberikan efek jera kepada pelanggar prokes, pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) juga melakukan Rapid Antigen massal di tempat. Sasaran lokasinya pun berada di tempat-tempat umum yang biasa digunakan anak-anak muda nongkrong.

“Kita akan terus lakukan seperti itu. Kita masih cari lokasi lagi, besok kita lakukan kegiatan serupa rapid antigen di tempat,” papar Eddy.

Kendati demikian, Sejauh ini dirinya menyatakan bahwa jumlah pelanggar prokes di Surabaya sudah mulai berkurang. Masyarakat dinilai semakin disiplin terhadap protokol kesehatan. Hal ini pula yang membuat hasil rapid antigen massal yang digelar di tempat hasilnya sebagian besar negatif.

Baca Juga  Risma Dilaporkan, Jubir Eri-Armuji Sebut Independensi KIPP Meragukan

“Contohnya kemarin di Keputran Selatan, dari 580 rapid antigen yang positif ada 2. Kemudian tadi di Pasar Genteng dari 136, yang positif ada 1. Artinya, pandemi ini sudah bisa dikendalikan oleh Pemkot Surabaya,” pungkas Eddy. (dwd/yp)

News Feed