oleh

Target PBB P2 Belum Optimal, Bakeuda dan Inspektorat Telurusi Pungutan di Tingkat Desa

Sosialisasi penyampaian SPPT PBB P2 di Pendopo Bahurekso Kendal Jawa Tengah

Kendal  (Afederasi.com)  – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) bekerjasama dengan Inspektorat Kendal menulusi uang pajak SPPT PBB yang tidak disetor ke Bakeuda Kendal.

Hal ini didasari, atas banyaknya laporan yang masuk, terkait uang pembayaran pajak SPPT PBB warga, yang diduga diselewengkan oleh perangkat desa dan perangkat kelurahan di Kendal.

“Kita akan telusuri permasalahanya dimana, terutama di pemungut pajak atau perangkat desa/kelurahan”, kata Kepala Bakeuda Kendal, Agus Dwi Lestari, di Sosialisasi penyampaian SPPT PBB P-2 Tahun 2020 di Pendopo Bahurekso Kendal, Jawa Tengah Selasa, (11/02/2020).

Lebih lanjut, Agus Dwi Lestari menegaskan, pihaknya bersama Ispektorat akan melakukan pemanggilan ke perangkat desa atau perangkat kelurahan, yang terindikasi melakukan hal itu.

“Mereka kita panggil, kita tegur dan selanjutnya, untuk segera membayarkan setoran uang dari masyarakat itu”, tegasnya.

Agus Dwi juga menyampaikan, Pemkab Kendal kini memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam melakukan pembayaran PBB P2. Pembayaran PBB di Kabupaten Kendal, selain melalui desa atau kelurahan, juga bisa dilakukan melalui Bank Jateng di Kendal, Indomart, Tokopedia, kantor pos dan Go Pay.

Baca Juga  Gus Amir Ramaikan Bursa Pemilihan Kades Mangungsari, Ini Programnya yang bakal Dijalankan

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa meyampaikan, walaupun pendapatan PBB tahun 2019 melampaui target, namun masih belum maksimal. Dari 286 desa/kelurahan di Kabupaten Kendal, yang tertib pajak atau yang lunas PBB-nya hanya 116 desa/kelurahan.

“Masyarakat saya harap kesadaranya, untuk membayar pajak, karena seluruh hasil pendapatan pajak kita gunakan untuk membangun Kendal”, pungkasnya.

Tahun 2019, target yang ditetapan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 29 miliar dan target di ketetapan sebesar Rp 33,3 miliar. Terealisasi pendapatan naik mencapai 116,67 persen dari yang ditargetkan mencapai sebesar Rp 33,8 miliar.

Sedangkan untuk tahun 2020, target pendapatan PBB P2 dari APBD sebesar Rp 35 miliar dan ditetapan sebesar Rp 33,6 miliar.( rob/am).

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed