oleh

Tanaman Produktif Solusi Masa Pandemi Covid-19

Surabaya, (afederasi.com) – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengenalkan tanaman produktif ketika awal Covid-19 mulai mewabah pada empat bulan yang lalu mulai membuahkan hasil.

Bertempat di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jeruk, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memanen tanaman produktif berupa ubi jalar, Rabu (23/9/2020). Hasil panen ini sebagai wujud swadaya pangan mandiri ditengah pandemi dan resesi.

“Hasil panen ini nanti akan dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu di Surabaya,” kata Risma kepada afederasi.com.

Risma mengungkapkan, budidaya tanaman produktif ini sebetulnya merupakan instruksi dari Megawati. Menurutnya, untuk menghadapi pandemi ini, seluruh kepala daerah dari PDIP diminta untuk menanam tanaman produktif. Hal ini, lantaran ada kekhawatiran adanya pengurangan impor beras, jadi setiap daerah memiliki swadaya pangan sendiri.

“Karena itu kita tanam ada yang jangka waktunya 4 bulan, 6 bulan dan 16 bulan, supaya panennya bergantian dan kita tidak perlu khawatir akan kekurangan pangan. Tapi kita tidak sepenuhnya makan ketela. Bisa dibagi seperti pagi makan beras, siang makan ketela atau dicampur,” ujarnya.

Baca Juga  LBH Belum Diijinkan Dampingi Pendemo yang Ditangkap Polisi

Ia mencontohkan, seperti warga negara Jepang,yang saat ini tengah mengonsumsi ubi-ubian yang sebenarnya memiliki khasiat kesehatan bagi tubuh. Untuk ketela ini sendiri memiliki glukosa yang rendah, sehingga bagus untuk orang yang sedang masa diet atau seseorang yang memiliki penyakit diabet.

“BTKD ini sendiri luasnya ada 7 hektar, dan kita akan memiliki berbagai tanaman dari seluruh nusantara,” kata Risma.

Kendati demikian, BTKD ini sendiri merupakan salah satu cara pencegahan resesi, apabila daya beli masyarakat rendah bisa diantisipasi dengan penanaman sendiri supaya bisa lebih ringan.

“Jadi bisa lebih ringan kalau kita nanam sendiri. Karena itu, kita akan tanam di 24 lokasi di seluruh Surabaya,” terangnya.

Risma menambahkan, nantinya lokasi ini juga akan menjadi pusat agrowisata sekaligus tempat pembelajaran warga tentang cara penanaman yang benar. Selain nyaman dan indah, lokasi akan ditanami tanaman langka dan buah-buahan dari seluruh nusantara. (dwd/yp)

News Feed