oleh

Surabaya kini Zona Oranye, Himbau Masyarakat Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Surabaya, (afederasi.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Kota Surabaya telah berstatus zona oranye atau risiko sedang terhadap Covid-19. Kendati demikian disiplin protokol kesehatan di berbagai sektor bidang, tetap harus dijalankan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Kamis (13/8/2020) di gedung Humas Pemkot Surabaya.

Dia mengatakan bahwa terkait pelabelan zonasi warna terhadap Covid-19 pada suatu daerah itu menjadi kewenangan dari BNPB Pusat. Namun, apapun kondisi Surabaya, pihaknya memastikan bakal terus menjalankan disiplin protokol kesehatan di berbagai sektor.

“Tentang pelabelan tersebut memang kewenangan dari BNPB pusat. Tapi yang jelas kita patut bersyukur bahwa Surabaya menjadi lebih baik sekarang terkait penanganan pandemi Covid-19 dan penularan sudah mulai terkendali,” ungkap Febri.

Maka dari itu, lanjutnya, apapun label yang disematkan ke Kota Surabaya, pemerintah kota tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan tanpa sedikit melonggarkan.

Saat disinggung soal bukti Surabaya sudah zona oranye, ia mencontohkan ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya berakhir, Pemkot Surabaya malah makin masif melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun sendiri melakukan sosialisasi penggunaan masker ke kampung-kampung. Alhasil, penularan kasus Covid-19 di Surabaya bisa terkendali dan angka kesembuhan terus bertambah.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Buka Data Alamat Pasien Covid-19, Ini Alasanya

“Alhamdulillah, dengan dilakukan penerapan sanksi kemudian pendisiplinan protokol kesehatan baik di perusahaan, mal, pasar, maupun penambahan swab di tempat-tempat yang banyak kerumunan menghasilkan bahwa Surabaya bisa terkendali seperti sekarang,” ujarnya.

Meski begitu, ia menjelaskan berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bahwa hampir 90 persen pasien Covid-19 memiliki penyakit penyerta (komorbid), baik itu diabetes melitus, hipertensi, jantung maupun paru-paru.

“Memang dari data Dinkes Surabaya hampir 90 persen yang terjangkit dari Covid-19 ini yang memiliki penyakit dahulu. Jadi dia itu sudah sakit duluan entah itu diabetes, atau hipertensi. Sehingga orang tersebut rentan tertular,” kata Febri.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Mulai disiplin cuci tangan menggunakan sabun, pakai masker dan jaga jarak.

“Makanya itu protokol kesehatan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak itu penting. Karena sudah banyak rekan-rekan kita yang kurang beruntung dengan pandemi ini,” pungkas Febri. (dwd/dn)

News Feed