oleh

Sukseskan Program Kedaulatan Pangan dengan Budidaya Padi

Surabaya, (afederasi.com) – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menciptakan program kedaulatan pangan melalui penanaman makanan pokok sehari-hari terus berlanjut. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), instansi plat merah tersebut mulai mengenalkan budi daya tanaman padi.

“Menanam padi tidak harus memiliki sawah, tetapi bisa dimana saja asal tahu caranya seperti halnya di Balai Kota Surabaya ini,” kata Kepala Seksi Pengembangan Pertanian Perkotaan DKPP Surabaya Antin Kusmira disela-sela kegiatan panen padi di Balai Kota, Jum’at (4/9/2020).

Antin menjelaskan, menanam padi tidak harus di sawah. Tetapi dapat pula dibudidayakan di halaman rumah. Buktinya, sejak Covid-19 mewabah, pihaknya sudah mencanangkan program penanaman makanan pokok sehari-hari seperti halnya di Balai Kota ini.

“Nah hari ini padi yang kita tanam sudah waktunya memanen,” katanya.

Antin menjelaskan, teknik budidaya padi ini bisa menggunakan bak fiber berukuran 2×3 meter. Ia mencontohkan, di Balai Kota ini ada tujuh bak. Di antaranya tiga di halaman, dan empat di atas balkon.

Baca Juga  Hilangkan Kesan Perbedaan Sekolah Swasta dan Negeri, Ini Langkah yang Diambil Pemkot

“Masing-masing bak berukuran 2×3 meter itu mampu menghasilkan minimal tiga kilogram padi. Sehingga, total keseluruhan padi yang dipanen sebanyak 21 kilogram,” imbuhnya.

Meski demikian lanjut Antin, proses penanaman padi melalui fiber ini memang tidak semudah menanam di sawah, namun padi yang dihasilkan ini terbebas dari hama dengan berbagai cara yang terus dilakukan. Di antaranya, rutin melakukan penyiraman, penggenangan dan kemudian airnya dibuang.

“Lalu yang tidak boleh dilakukan adalah pengendalian dengan penyemprotan untuk mengontrol hama penyakit. Ini penting dilakukan supaya tanaman padi hama tersebut jadi tahan. Kita meminimalisir pemakaian insektisida kimia dan memakai yang alami,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Antin mengungkapkan, ada 13 titik lokasi kecamatan di Surabaya yang sudah dilakukan penanaman padi. Namun, ada beberapa lokasi yang dinilainya memiliki lahan paling luasz yakni di wilayah Kecamatan Lakarsantri, Sambikerep dan Kecamatan Pakal.

“Di situ cukup banyak ya. Luasnya ada yang sekitar 400 hektare. Karena itu, masih banyak lahan sawah yang dibudidayakan para petani,” kata Antin.

Baca Juga  Sidak TPA Benowo, Ini yang Dilakukan Risma

Bahkan tak sedikit dari warga yang tidak memiliki lahan luas, juga ikut bercocok tanam. Oleh karena itu, DKPP terus memberikan fasilitas berupa benih, pupuk dan sarana-sarana untuk mendukung upaya tersebut.

“Setelah kita fasilitasi nanti masyarakat yang merawat sendiri. Hasilnya pun untuk mereka,” paparnya.

Kendati demikian, ia mengaku nantinya banyak juga tanaman pendukung beras atau makanan pokok sehari-hari yang juga akan dipanen, seperti ketela pohon, ketela rambat, tales, sukun, pisang dan sebagainya.

“Jadi panen terus. Karena banyak jenis yang ditanam dan waktunya tidak bersamaan. Itu terus kami lakukan,” pungkasnya. (dwd/yp) 

News Feed