oleh

Sosialisasikan Permendikbud Nomor 19 Tahun 2019, Dispendikpora Himbau Guru Tingkatkan Kinerja

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Adi Suselo, ketika memberikan materi kepada peserta sosialisasikan Permendikbud Nomor 19 tahun 2019 di Auditorium STKIP Tulungagung

Tulungagung, (Afederasi.com) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) sosialisasikan Permendikbud Nomor 19 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) pada Senin (30/9/2019) di Auditorium STKIP Tulungagung.

Dalam sosialisasi itu, Dispendikpora menghimbau kepada ribuan guru penerima tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru jenjang TK, SD, dan SMP negeri untuk meningkatkan kinerjanya.

“Permendikbud Nomor 19 tahun 2019 ini menggantikan Permendikbud sebelumnya yakni Nomor 10 tahun 2018, yang intinya lebih banyak memberikan kelonggaran bagi guru,” kata Plt Kadispendikpora Haryo Dewanto melalui Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Adi Suselo, Senin (30/09/2019).

Adi menjelaskan, kelonggaran yang dimaksud diantaranya Guru PNSD yang sedang cuti masih berhak mendapatkan tunjangan profesi. Seperti halnya Guru PNSD sedang menunaikan ibadah haji, cuti ibadah keagamaan (umroh), cuti melahirkan hingga anak ke tiga, dan cuti karena alasan penting.

Baca Juga  Disdikpora Mulai Terapkan Kurikulum Anti Korupsi, Untuk Jenjang SMP Negeri/Swasta

“Pada permendikbud sebelumnya, jika Guru PNSD mengambil cuti seperti di atas maka ia kehilangan tunjangan profesinya,” katanya.

Menurut Adi, permendikbud baru ini mulai diterapkan pada Januari 2020 mendatang. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar para Guru PNSD selalu meningkatkan kinerjanya. Sebab, saat ini pemerintah cukup banyak memberikan kelonggaran dan memperhatikan kesejahteraan Guru PNSD.

“Muaranya sebenarnya agar prestasi atau hasil yang dicapai siswa bisa maksimal,” jelasnya.

Adi menambahkan, mengingat Permendikbud yang baru ini berbasis aplikasi Dapodikdasmen, pihaknya juga mengingatkan kepada para operator dapodik untuk segera melaporkan jika ada Guru PNSD yang  sudah meninggal dunia. Sebab, jika tidak segera dilaporkan, maka tunjangan akan terus terbayar.

Imbasnya, jika nanti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) maka si penerima diwajibkan untuk mengembalikan uang yang telah diterimanya.

“Ini juga perlu diperhatikan, jangan sampai uang sudah digunakan dan akhirnya disuruh mengembalikan,” paparnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan Afederasi.com, sosialisasi tersebut diikuti oleh puluhan peserta K13, wakil kepala kurikulum, dan operator dapodik se Tulungagung.

Baca Juga  Puluhan Pelajar Dijaring Satpol PP, Gara – Gara Ini

Acara sosialisasi dibuka langsung oleh Plt Kadispendikpora Haryo Dewanto. Sedangkan sebagai pemateri diisi oleh Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Adi Suselo, staf bidang GTK selaku pengelola  tunjangan guru Rano Yuwitoro, staf bidang GTK selaku operator tunjangan guru Satria Candra Prastowo, dan staf bina program selaku KK datadik dapodikdasmen Subkhan. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed