oleh

Serap Anggaran Rp89 Miliar, Selama Enam Bulan Tangani Covid-19

Tulungagung, (afederasi.com) – Dalam kurun waktu enam bulan sejak ditemukannya kasus pasien positif coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Tulungagung, tecatat sebesar Rp 89 miliar anggaran yang digunakan dalam penanganan Covid-19. Dimana, sebelumnya pemerintah setempat tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 158,9 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro melalui Kabid Akuntansi BPKAD, Bambang Satriyanto mengatakan sebelumnya pemerintah Kabupaten Tulungagung tengah melakukan refocusing anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang digunakan dalam penanganan Covid-19 terkumpul dana sebesar 248,8 M.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp158,9 M dana dialokasikan untuk biaya tak terduga (BTT) untuk penanganan covid-19. “Dari dana tersebut sudah terserap Rp89,8 M sampai saat ini. Artinya anggaran penanganan Covid-19 baru terserap sebanyak 56 persen,” jelasnya.

Bambang menuturkan kendati anggaran yang terserap baru mencapai Rp89,8 M, namun dari keseluruhan organisasi perankat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan Covid-19, penyerapannya telah mencapai 50 persen lebih.

Hal ini menunjukkan serapan anggaran cukup responsive. Artinya dari kalkulasi dana yang tersedia dan besaran dana yang dikeluarkan cukup seimbang. “Kegiatan yang dilakukan dalam penanganan Covid-19 ya cukup banyak sehingga serapan anggaran dengan dana yang tersedia juga cukup responsive,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkab Kembalikan Dana Refocusing Covid-19 Rp 94 M ke Kasda

Disinggung mengenai OPD yang melakukan penyerapannya paling sedikit, Bambang enggan mengatakan. Menurutnya ada 13 instansi yang melakukan penyerapan anggaran cukup besar dalam dalam penanganan Covid-19.

“Ini dikarenakan ke-13 OPD ini merupakan instansi yang berkaitan langsung dengan fokus penanganan covid-19. Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas sosial (Dinsos) dan juga RSUD dr Iskak,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah Wakil Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro membenarkan anggaran penangan Covid-19 yang terserap sudah 56 persen dari Rp158,9 miliar atau setara Rp89 miliar.

Dimana serapan anggaran tersebut digunakan untuk penanganan klinis Covid-19, jaring pengaman sosial (JPS), dan pemulihan ekonomi. “Dana terserap untuk penanganan klinis, JPS, dan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Galih memaparkan, dari penggunaan dana tersebut, 70 persen diantaranya digunakan untuk penanganan klinis. Sementara 30 persen diantaranya untuk JPS dan pemulihan ekonomi. Meski demikian melihat perkembangan kasus Covid-19 di Tulungagung, sisa dana BTT sebesar Rp69,1 miliar nantinya akan difokuskan pada pemulihan ekonomi selama terdampak Covid-19.

Baca Juga  Transparansi Anggaran Dapur Umum Rp 3 M Dipertanyakan

“Sisanya untuk melanjutkan program dalam PAK termasuk di dalamnya pemulihan ekonomi,” pungkasnya. (dn)

News Feed