oleh

Risma Ajak Orang Tua Awasi Anak-anak Saat Pegang Ponsel

Surabaya, (afederasi.com) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anaknya yang sedang bermain ponsel. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi sasaran konten negatif seperti video porno, kata-kata kasar, dan konten berbau SARA.

“Mohon untuk ibu-ibu agar memantau terus anak-anak kita, meskipun waktu ibu juga sudah berkurang karena menghidupi keluarga,” katanya.

Selain itu, Risma juga memberikan pengarahan kepada ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Rumah Susun (Rusun) Penjaringansari. Bahkan ia sempat menegur beberapa anak yang mengakses konten negatif seperti gambar dan video porno, serta kata-kata kasar yang sekarang menjadi lebih intens di media sosial.

“Jujur hayo, beberapa dari kalian pasti pernah mengakses dan nonton itu video porno kan. Jangan diulangi ya. Apa kalian ndak malu sama orang tua yang sudah susah-susah bekerja, belikan kalian kuota tapi kalian malah buka yang seperti itu,” ungkap Risma Senin (31/8/2020).

Ia juga mengatakan bahwa banyak efek negatif yang akan didapatkan oleh anak-anak akibat tontonan dan konten yang tidak layak untuk kalangan pelajar. Bahkan saat ia meminta beberapa anak untuk maju kedepan, ia mendapati salah satu diantaranya bisa mengakses video berbau pornografi.

Baca Juga  Sukseskan Program Kedaulatan Pangan dengan Budidaya Padi

“Kamu kok bisa tahu cara aksesnya? Wes jangan dibuka lagi. Kalau kamu masih buka, nanti kamu bisa buta lho. Coba bayangin kalau kamu buta dan tidak bisa melihat apa-apa, yang kamu lihat cuman gelap saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Antiek Sugiharti memaparkan bahwanya di kawasan ini ditemukan beberapa anak yang memang memiliki pengetahuan untuk mengakses konten negatif di dunia maya, dan menjadi kecanduan dengan hal tersebut.

Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran Pemkot Surabaya dan para orang tua atas pengaruh yang didapat oleh anak dari konten negatif.

“Ternyata anak-anak memiliki kemampuan yang lebih dari kita dalam mengakses internet apakah itu via wifi, ataupun dengan kode-kode yang kita bahkan tidak mengerti,” kata Antiek.

Untuk mengatasi hal ini lanjutnya, pihak Pemkot Surabaya akan bersinergi dengan pihak Kominfo untuk memblokir akses konten negatif. Selain itu, Pemkot juga akan menggandeng para psikolog dan psikiater apabila memang anak membutuhkan pendampingan.

“Seperti yang disampaikan Ibu Wali, karena anak-anak ini adalah penerus, tentunya kami berharap agar mereka memiliki wawasan dan pemikiran yang baik, dan tidak terkontaminasi dengan konten” negatif di media sosial dan internet,” tutup Antiek. (dwd/yp)

News Feed