oleh

Ratusan Warga Kota Marmer, Manfaatkan Program Operasi Katarak Gratis

Salah satu peserta pemeriksaan operasi katarak gratis saat menjalani pemeriksaan di aula Sabha Husada Bakti Dinkes Tulungagung, Jawa Timur

Tulungagung, (Afederasi.com) – Ratusan warga Kota Marmer yang memasuki usia senja dan mengidap penyakit katarak, telah memanfaatkan program operasi katarak gratis yang digagas oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Jawa Timur. Dengan melakukan screening pada Jum’at (20/09/2019).

Kepala Dinkes Tulungagung Mohammad Mastur melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ana Saripah mengatakan, jumlah penderita penyakit katarak di Tulungagung memang cukup banyak. Bahkan setiap tahunnya, jumlah peserta terus bertambah dikisaran 200 lebih peserta.

“Jumlah ini tentunya belum mengcover, seluruh warga yang belum tertangani instansi plat merah tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, di seluruh wilayah Indonesia saja jumlahnya mencapai 0,7 persen dari jumlah penduduk keseluruhan. “Meski didominasi usia lanjut, namun jumlah tersebut cukup besar,” katanya.

Ana menjelaskan, katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan mengeruhnya lensa mata, sehingga membuat penglihatan kabur. Jika tidak segera ditangani, katarak bisa mengakibatkan kebutaan.

Baca Juga  Tunggakan Klaim BPJS Kesehatan Belum Terbayar, Ini Yang Dilakukan Rumah Sakit

Adapun penyebab dari penyakit katarak itu sendiri lanjut Ana, karena bakteri. Artinya, seseorang yang mengalami sakit mata berkepanjangan dan tidak diobati mengakibatkan bakteri merusak mata.

Kedua yakni pola hidup bersih yang tidak benar, sehingga membuat mata tidak terpelihara dengan baik, sehingga mata tertutup daging tumbuh.

“Hal ini yang kadang disalah artikan oleh penderita. Mereka beranggapan gangguan mata beriringan dengan bertambahnya usia, padahal tidak begitu,” ujarnya.

Masih menurut Ana, untuk menekan jumlah penderita dan membantu warga agar bisa melihat kembali, pihaknya sudah mengambil inisiatif dengan melaksanakan bakti sosial. Menurutnya sejak tahun 2006 silam, pihaknya selalu mengadakan operasi katarak gratis bagi warga yang kurang mampu.

Setiap tahunnya, pelaksanaan operasi dilaksanakan selama tiga kali dengan jumlah pasien dibatasi sebanyak 225 orang.

“Waktunya menyesuaikan, bisa diawal tahun, pertengahan tahun, atau akhir tahun,” imbuhnya.

Ana melanjutkan, untuk teknis penjaringan pasien pihaknya melibatkan jaringan yang ada di desa/kecamatan. Setelah program disosialisasikan, warga yang mengalami gangguan katarak dilakukan pendataan ditingkat Puskesmas. Selanjutnya, mereka dilimpahkan ke Dinkes yang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) untuk dilakukan screening.

Baca Juga  BPJS : Batalkan Kenaikan Iuran, Tarif Normal Berlaku 1 Mei

“Jadi ada kriteria yang bisa mengikuti program operasi katarak gratis. Syaratnya tekanan darah normal, gula darah normal, tekanan mata normal, dan tentu warga yang kurang mampu dan belum memiliki jaminan kesehatan,” jelasnya.

Bagi peserta yang lolos screening langsung diagendakan operasi katarak pada Sabtu (21/09/2019) di RS Prima Medika. Sedangkan yang tidak lolos, diberikan pendampingan berupa pengobatan menunggu kondisinya betul-betul fit. Mereka juga masih berkesempatan mengikuti program berikutnya pada Oktober bulan depan.

“Seperti saat ini, kita akan mengoperasi 75 orang tapi yang mendaftar sudah sampai 125 orang,” katanya.

Disinggung apakah setelah menjalani operasi katarak ada jaminan penglihatan penderita kembali normal, Ana menegaskan bahwa dalam pelayanan kesehatan tidak ada jaminan untuk menjadi sehat kembali.

Pasalnya, banyak faktor yang menjadi mempengaruhi hasil pelayanan kesehatan. Diantaranya tergantung kondisi tubuh dan perilaku pasien apakah mematuhi instruksi dari dokter.

“Jika kondisi tubuh bagus, pola hidup bagus, dan mematuhi anjuran dokter pasti akan memperngaruhi proses penyembuhan,” pungkasnya. (ra/an)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed