oleh

Raperda BMD Surabaya Sah Jadi Perda

Surabaya, (afederasi.com) – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Kota Surabaya akhirnya disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pengelolaan BMD.

Penetapan dan pengesahan Perda BMD ini tertuang dalam penandatangan bersama antara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan DPRD Surabaya dalam rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (3/9/2020).

Perda BMD tersebut disusun agar pengelolaan aset di Kota Surabaya bisa lebih tertib administrasi, tertib hukum, dan tertib fisik.

“Saya atas nama Pemkot Surabaya, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perhatian secara maksimal dalam melakukan pembahasan, baik secara internal maupun bersama-sama untuk pemerintah daerah,” ungkap Risma, saat memberikan sambutan di Gedung DPRD Surabaya.

Pada rapat paripurna itu, juga dilakukan penyampaian pendapat akhir fraksi atas Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2014  tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Setiap fraksi pun satu-persatu menyampaikan masukan dan pendapatnya terkait Raperda tersebut. Masukan tersebut disambut baik oleh Risma, lantaran ia menyadari kekurangan selama ia menjadi wali kota Surabaya.

Baca Juga  Wali Kota Surabaya Tinjau Ekspansi Area Rawat Inap RSUD BDH

“Kami menyambut baik aspirasi dan argumentasi tersebut dan kami menyadari kekurangan dan masukan para anggota dan dilandasi dengan tujuan untuk menyempurnakan materi yang termuat dalam Raperda dimaksud,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap, bahwa kebijakan yang tertuang dalam Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2014  tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat itu lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Sehingga pada saat Perda tersebut berlaku, dapat diterapkan secara efektif,” pungkasnya.

Rapat paripurna ini sendiri, selain berlangsung secara tatap muka, juga diikuti melalui video teleconference (vidcon). Dari pantauan reporter afederasi.com, peserta rapat yang hadir di lokasi dibatasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. (dwd/yp)

News Feed