oleh

PUPR : Pembangunan Jalan di Desa Krosok, Diperlukan Anggaran Rp 5 Miliar

Tulungagung, (afederasi.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung mengatakan perbaikan jalan utama yang telah rusak akibat longsor di Desa Krosok, Kecamatan Sendang membutuhkan biaya sebesar Rp5 Miliar.

“Estimasi sementara untuk pembangunan jalan tersebut kurang lebih sekitar Rp5 M untuk 150 meter,” ungkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Robinson Nadeak, Senin (22/2/2021).

Meski demikian, Robinson mengatakan untuk penanganan terkait hal tersebut pihaknya masih melakukan kajian secara teknis agar dapat diambil langkah lebih lanjut.

“Kami masih melihat situasi kondisi, setelah itu kami akan menghitung sehingga nanti akan bisa diambil suatu kebijakan secara teknis dalam hal penanganan longsor tersebut,” katanya.

Robinson mengungkapkan pembangunan jalan sementara tidak akan dilakukan dengan karung pasir, pembangunan akan dibuat talut serta diitambah pancang sebagai penguat bagian bawah.

“Pembangunannya tidak dengan karung pasir, jika menggunakan karung pasir tentu memerlukan waktu yang cukup banyak. Kalau bangunannya tetap talut, namun berjenjang, mungkin akan pakai semacam pancang untuk menahan bagian bawah karena situasi konstruk tanahnya sangat tebal,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo, akan segera mengupayakan perbaikan. Namun, terlebih dahulu pihaknya akan melakukan kajian secara teknis untuk menentukan suatu konsep konstruksi yang sesuai.

“Pihak kami akan segera membuat penanganan, nanti akan kami pikirkan konstruksi seperti apa yang tepat dan sesuai kondisi, yang jelas kami amankan terlebih dahulu,” tandasnya.

Sekedar diketahui bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu (21/2/2021) telah memutus jalan desa sepanjang 75 meter di Kecamatan Sendang, ini mempengaruhi aktivitas masyarakat.

Pasalnya, dengan terputusnya jalan penghubung dua desa antara Desa Krosok dengan Desa Pakel tesebut, membuat sejumlah masyarakat harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 2,5 kilometer, ketika hendak pergi ke wilayah perkotaan.

“Yang sudah longsor sekitar 70 Meter, jika dijumlah dengan keseluruhan tanah yang retak sekitar 90 Meter. Jalur ini termasuk jalur utama Kecamatan Sendang bagian tengah, penghubung Desa Krosok, Desa Lutung, Desa Talang, dan arah Timur Desa Babatan,” ungkap Kepala Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Susanto ketika dikonfirmasi afederasi.com,  Senin (22/2/2021). (rra/dn)

News Feed