oleh

Pentas Seni Berbasis Daring, Ini Penjelasan Disbudpar Kota Pahlawan

Surabaya, (afederasi.com) – Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan mekanisme pelaksanaan kegiatan seni berbasis daring. Hal ini untuk menghindari pertunjukan kegiatan seni yang menyebabkan kerumunan massa.

“Kita canangkan untuk kegiatan seni dengan metode yang berbeda, yaitu online. Tentunya untuk meminimalisir kerumunan massa sembari meningkatkan kualitas seni budaya dengan metode yang baru,” ungkap Antiek saat diwawancarai di Rusun Penjaringansari Surabaya, Rabu (31/8/2020).

Antiek menegaskan bahwa kedepannya nanti akan ada pagelaran seni online reguler dan bertema. Untuk yang reguler akan dilaksanakan di hari-hari biasa, sementara untuk yang bertema akan digelar dihari-hari besar dan momen spesial, seperti perobekan bendera dengan berkolaborasi bersama pegiat seni seluruh Surabaya.

“Jadi intinya mereka nanti tetap bisa berkomunikasi dan beraktivitas, dengan sistem dan aplikasi yang kami siapkan,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai kapan dimulainya, ia menjelaskan semoga bisa terealisasi pada awal September nanti. Pagelaran seni ini tidak harus dilakukan di Alun-Alun Kota Surabaya, namun bisa juga di laksanakan di tempat lain seperti taman-taman yang direkomendasikan oleh Pemkot Surabaya.

Baca Juga  Produser TV Swasta Dijambret, Ini Kronologinya

“Nantinya akan kami pilihkan spot-spot yang menarik dan mereka bisa berkegiatan seni di sana dengan penampilan via online,” kata Antiek.

Sebelumnya, Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto juga mengatakan bahwa dalam menampilkan kegiatan seni budaya memang harus bisa semenarik mungkin. Karena itu, Pihak Pemkot Surabaya juga akan bekerja sama dengan para pegiat media kreatif di Surabaya untuk memaksimalkan visual dan kondusivitas penampilan.

“Acara tidak harus digelar sore atau malam hari. Bisa juga dilakukan di pagi hari, dan yang terpenting adalah dapat menunjukkan bakat serta kreativitasnya,” papar Irvan. (dwd/yp)

News Feed