oleh

Pemkot Wajibkan Pengusaha Warkop Memiliki SIUP

Surabaya (afederasi.com) – Bagi pemilik usaha warung kopi (warkop), kedai kafe, atau angkringan di Kota Surabaya yang belum memiliki izin operasional bersiap-siap akan ditindak Satpol PP setempat. Pasalnya, Pemkot mulai mewajibkan jenis usaha tersebut memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

“Jadi untuk warung kopi itu wajib memiliki izin, pengajuan izinnya di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Siola,” kata Kasatpol PP Surabaya, Eddy Christijanto saat berada di Balai Kota Surabaya, Senin (14/9/2020).

Eddy mengungkapkan, kebijakan ini dikhususkan bagi seluruh warga Surabaya saja. Sementara untuk warga luar Surabaya, pemkot tidak memberikan izin. Tidak hanya warung kopi atau kedai kafe, namun pemilik usaha seperti angkringan mulai hari ini juga diharuskan mengurus surat izin tersebut.

Apabila pemilik warung kopi enggan untuk mengurus izin, maka Satpol PP Surabaya dapat memberikan tindakan tegas.

“Makanya kami mohon kepada seluruh pemilik warung kopi, baik kecil maupun besar agar mengajukan surat izin usaha. Lokasi kantornya ada di Siola,” ujarnya.

Baca Juga  Komplotan Curanmor Dibekuk, Satu Pelaku Masih di Bawah Umur

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya M Taswin menjelaskan, bahwa untuk mengurus SIUP, warga Surabaya dapat datang langsung ke UPTSA Siola. Namun, proses perizinan ini juga dapat diakses secara online melalui laman https://ssw.surabaya.go.id.

“Perizinan warkop cukup pakai SIUP saja. Persyaratannya mudah, cukup pakai KTP (Kartu Tanda Penduduk), menyertakan pas foto 3×4 satu lembar dan materai Rp 6 ribu. Prosesnya satu jam selesai,” kata Taswin.

Terlebih lagi, untuk mempermudah warga Surabaya mengurus izin usaha, mulai hari ini pihaknya juga melakukan koordinasi bersama 31 kecamatan Surabaya. Koordinasi ini dilakukan untuk mendapatkan data-data pemilik warkop se-Surabaya.

“Hari ini kita koordinasikan dengan Pak Camat, supaya nanti warga didata dan diproses, sehingga di kecamatan bisa membantu proses,” paparnya.

Kendati demikian, ia menjelaskan bagi pemilik usaha warkop yang ingin melakukan pencetakan sendiri surat izin usaha juga bisa dilakukan di rumah jika memiliki perangkat yang mendukung. Pasalnya, setiap SIUP yang diterbitkan Pemkot Surabaya itu telah dilengkapi dengan barcode. 

Baca Juga  Perdayai Cewek ABG, Pemuda Ini Dicokok Polisi

“SIUP ini bisa mereka cetak sendiri, bisa juga kita cetak, karena ada barcode-nya. Kalau pakai handphone ajukan sendiri, cetak sendiri selesai,” ucap Taswin.

Dirinya juga menyatakan, bahwa kebijakan mengurus izin usaha perdagangan ini diwajibkan bagi seluruh warga Surabaya yang memiliki warung kopi. Jika pemilik usaha warkop mengalami kesulitan saat mengurus izin, mereka bisa melalui kantor kelurahan atau kecamatan setempat.

“Kita layani yang warga Surabaya, yang bukan warga Surabaya tidak kita layani. Mulai hari ini bisa, bisa melalui kelurahan atau kecamatan. Bisa juga di dinas nanti langsung diproses. Kalau pemohon ada handphone bisa langsung di-print sendiri,” lanjutnya.

Karena itulah, Taswin memastikan bahwa pengurusan SIUP itu sudah bisa dimulai hari ini. Sebab, dia mengaku telah berkoordinasi dengan camat serta lurah se-Surabaya, untuk membantu pemilik warkop mengurus perizinan.

“Sekalian untuk masing-masing wilayah melakukan pendataan. Jadi nanti bisa diketahui mana warkop yang belum memiliki izin,” pungkas Taswin. (dwd/yp)

News Feed