oleh

Pemkab Kembalikan Dana Refocusing Covid-19 Rp 94 M ke Kasda

Nganjuk, (afederasi.com) – Anggaran refocusing Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sebesar Rp 273 miliar tidak terserap semuanya hingga bulan Agustus. Gugus tugas Covid-19 hanya mampu menyerap sekitar 77 miliar (43 persen).   Sesuai dengan perhitungan, kebutuhan anggaran untuk penanganan corona hingga akhir tahun sebesar Rp 179 miliar.

“Sekitar 94 miliar yang akan dikembalikan ke kasda. Sisa itu setelah dilakukan perhitungan kembali,”tegas Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kemarin.

Menurutnya sesuai dengan rencana uang tersebut akan digunakan untuk program pembangunan. Meskipun demikian kepentingan penanganan warga positif Covid-19 dan dampak dari pandemi virus corona tetap dilakukan.

Dia mencontohkan anggaran penanganan medis hingga pemberian bantuan sosial untuk warga terdampak covid-19. Sedangkan kebutuhan untuk percepatan penanganan Covid-19 masih diperkirakan sampai bulan Desember. Ini setelah perkembangan positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk sampai saat ini masih terus meningkat.

Karena itu Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak mengembalikan sisa anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19 semuanya ke Kas Daerah. Melainkan masih menyisakan anggaran refocusing untuk penanganan covid-19 sesuai yang dibutuhkan.

Baca Juga  Tahap Kedua Cair, Dana Kebutuhan Logistik Covid-19 Menipis

“Maka dari itu, anggaran penanganan covid-19 dari refocusing APBD masih disediakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam penanganan covid-19,” ucap Marhaen Djumadi.

Dengan masih mengalami peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus berupaya semaksimal mungkin, untuk melakukan berbagai program pencegahan dan penanganan. Termasuk penerapan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, DPRD Nganjuk bisa menerima pengembalian sebagian anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19 ke kas daerah. Dengan demikian anggaran tersebut bisa digunakan untuk membiayai program pembangunan di Kabupaten Nganjuk.

“Meski demikian, kami akan tetap meminta Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengimplementasikan penggunaan anggaran refocusing penanganan Covid-19 dengan baik, tepat sasaran dan transparan. Agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pungkas Tatit Heru Tjahjono. (ind/am)

News Feed