oleh

Pemkab Alokasikan Anggaran Rp900 Juta, untuk Perbaikan Jalan Longsor

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp900 juta yang diperuntukan dalam perbaikan jalan alternatif Tulungagung-Trenggalek, atau tepatnya di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo yang amblas akibat terseret longsor.

“Kebetulan ini sudah dialokasikan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK). Kalau surat perintah kerja (SPK) segera keluar tentunya pengerjaan jalan itu bisa dilakukan secepatnya,” ungkap Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, ketika meninjau lokasi jalan amblas di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Senin (14/9/2020).

Menurut Maryoto, perbaikan jalan di jalur selingkar Wilis itu menjadi prioritas daerah karena menjadi penghubung wilayah Tulungagung bagian Utara menuju Kabupaten Trenggalek. Selain itu, jalan tersebut menjadi akses utama untuk mobilitas warga dan hasil bumi di sekitar kawasan lereng Gunung Wilis tersebut. Terutama daerah Kecamatan Pagerwojo, Sendang, menuju daerah tetangga Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Jalur yang longsor dan amblas separuh badan jalan di titik Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo itu bahkan menjadi jalur angkutan umum bus Damri, yang menghubungkan tiga kabupaten sekaligus, yakni Tulungagung, Trenggalek dan Ponorogo melalui akses selingkar Wilis.

“Jalan ini sudah dua kali longsor. Pertama tahun 2019, dan kedua Rabu (2/9/2020) lalu setelah hujan hampir semalaman,” katanya.

Saat ini jalur yang terdampak longsor masih bisa dilalui kendaraan kecil maupun sedang, seperti bus ukuran sedang dan truk. Namun arus kendaraannya harus bergantian karena badan jalan yang tersisa tinggal separuh.

“Kalau tidak segera diperbaiki, risiko longsor susulan bisa terjadi lagi mengingat di bawah lereng jalan tersebut adalah sungai. Dimungkinkan akan terjadi pergerakan tanah lanjutan jika turun hujan lagi,” ujarnya.

Baca Juga  Permudah Akses Perekonomian, Pemkab Genjot Perbaikan Infrastruktur Jalan Desa

Untuk menjaga konstruksi jalan lebih kuat dan stabil, maka akan dilakukan sejumlah modifikasi, seperti penambahan tiang penyangga di sisi jalan dan talut. “Rencananya nanti kita pakai pancang dan sekaligus nanti ada talud,” pungkasnya. (dn)

News Feed