oleh

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Bapenda dan Kecamatan Kedungwaru WFH

Tulungagung, (afederasi.com)­ – Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kecamatan Kedungwaru terpaksa menjalani work from home (WFH). Pasalnya, di dua instansi plat merah tersebut terdapat satu pasien positif Covid-19.

Untuk kantor Bapenda mulai WFH pada Kamis (08/10/2020), sedangkan Kantor Kecamatan Kedungwaru dimulai hari ini, Senin (12/10/2020)

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Galih Nusantoro mengatakan, pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Bapenda sebetulnya berasal dari kantor depan (induk) Pemkab. Namun demi menjaga keselamatan semua karyawan, Pemkab akhirnya melakukan swab test kepada semua karyawan tak terkecuali di kantor Bapenda yang berada di belakang kantor pemkab.

“Yang positif itu 1 (cewek-red) inisial ‘WKR’ yang kerja dikantor depan, namun karena sering berhubungan dengan kantor belakang (Bapenda) maka semua di swab test,” tuturnya kepada pihak afederasi.com Senin (12/10/2020).

Galih menambahkan, bahwa kantor induk (pemkab) sudah menjalankan swab tes pada hari Jum’at dan Sabtu lalu. Itu artinya tinggal yang belum tinggal kantor Bapenda.

“Pada hari Jum’at dan Sabtu sudah dilakukan swab kepada karyawan depan, tinggal hari ini di kantor Bapenda,” imbuhnya.

Baca Juga  Perankan 57 Adegan, Begini Detail Pengeroyokan di Desa Nyawangan

Galih juga mengkonfirmasi bahwa untuk WFH akan dilakukan sampai hari Rabu kedepan. Nantinya jika sudah dirasa aman, pihaknya sudah akan memulai untuk bekerja lagi.

“sekitar 40 orang lebih sedang menjalani swab hari ini,” tuturnya.

Galih menambahkan untuk penelusuran seperti tracing, pihaknya sudah berkoordinasi kepada dinkes agar karyawan yang kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi supaya langsung menjalani tes di Labkes (laboratorium kesehatan).

“Untuk team tracing mereka yang sudah terdata langsung diminta untuk ke labkes agar segera dites,” imbuhnya.

Sementara itu, Galih menambahkan bahwa di Kecamatan Kedungwaru juga ada tambahan 1 orang yang berinisial S. Sehingga menurut Galih, mulai hari ini sampai 3 hari kedepan kantor kecamatan Kedungwaru akan WFH sampai tracing selesai.

“Asal mulanya di Bapenda itu dari kontak erat dengan pasien, kalau di Kecamatan Kedungwaru itu suspect,” pungkasnya. (is/yp)

News Feed