oleh

KPK Apresasi Penerbitan Perbup Pendidikan Anti Korupsi

Penasihat KPK, Mohamad Tsani Arafani, memberikan sambutannya pada gelaran Road Show bus KPK 2019, Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi di halaman GOR Lembu Peteng setempat

Tulungagung, (Afederasi.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung atas dukungannya dalam pemberantasan korupsi, dengan menerbitkan peraturan bupati (perbup) Tulungagung nomor 34/2019 tentang pendidikan anti korupsi, yang diperuntukkan untuk siswa SD hingga mahasiswa di Kota Marmer.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari teman – teman di Tulungagung, dalam memberantas korupsi. Selama kami road show, hanya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengutarakan tentang penerapan kurikulum pendidikan anti korupsi, namun di Tulungagung juga ada,” ungkap Penasihat KPK, Mohamad Tsani Arafani.

Tsani mengatakan dengan adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Kota Marmer ini, berdampak sangat bagus. Seperti diketahui bersama, pasca OTT banyak perubahan di Pemerintah Daerah (Pemda) Tulungagung, yang sudah dilakukan.

“Bahkan pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) sudah 100 persen. Semua laporannya rapi sesuai ketentuan,” katanya.

Baca Juga  Persidangan Pemeriksaan Saksi Mantan Ketua DPRD SPR, Rencana Pakai Ruang Sidang PN Tulungagung

Tidak hanya itu juga, bupati juga sudah mengesahkan perbup tentang anti korupsi. Hal itu menunjukkan ada daya lentik dari OTT yang dilakukan oleh KPK. Karena tidak hanya membuat orang itu takut, melainkan juga menyadari apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan.

“Dan itu salah satu bentuk efektifitas dari OTT. Saya lihat pak bupati sudah bahu – membahu dengan tim kita untuk memperbaiki pengelolaan di Pemda Tulungagung. Ya diharapkan mudah – mudahan lebih baik kedepan, sehingga tidak perlu ada lagi OTT disini,” katanya.

Menurut Tsani, sebelum dilakukannya OTT di suatu daerah, untuk pelaporan LHKPN tidak ada yang sampai 100 persen. Selama melakukan road show bus KPK hingga kunjungan ke 24 di Tulungagung ini, ternyata tidaklah banyak pemda yang melaporkan LHKPN hingga 100 persen.

“Seingat saya, yang saya datangi itu masih dua pemda yang pelaporan LHKPN 100 persen. Yang pertama Badung, Bali dan Tulungagung,” ujarnya.

Tsani menambahkan, tidak banyak pesan yang disampaikan ke Pemda Tulungagung. Pihaknya hanya berpesan untuk meneruskan yang sudah baik, serta selalu lakukan koordinasi dengan tim koordinasi supervisi.

Baca Juga  Bupati Salurkan Bantuan Warga Terdampak Covid-19

“Pesan kepada pemkab, kita pesan yang pertama yaitu teruskan yang sudah baik. Kerjasama dengan teman – teman kita (KPK-red) disini  yaitu tim koordinasi supervise (korsup) untuk benahi yang belum sempurna. Agar Tulungagung menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya. (an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed