oleh

Kota Marmer Berbenah, Maksimalkan Sektor Pariwisata

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berbenah untuk memaksimalkan sektor pariwisata ditengah pandemi Covid-19. Terbaru, instansi Plat Merah tersebut menggelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata pada Selasa (6/10/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh pengelola objek wisata se-Tulungagung. Tujuannya, untuk memulihkan krisis ekonomi imbas pandemi Covid-19.

“Dengan adanya Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata ini, saya mengharapkan percepatan pemulihan krisis ekonomi dapat segera diwujudkan,” kata Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo.

Maryoto mengatakan, pasca mewabahnya Covid-19 yang mengakibatkan krisis ekonomi disektor pariwisata, sangat mempengaruhi warga yang menggantungkan hidupnya disektor ini. Tentunya, hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi pemerintahan.

“Setelah kita berjibaku disektor kesehatan, giliran kita perbaiki krisis ekonomi,” imbuhnya.

Maryoto melanjutkan, adapun titik tekan yang perlu diperhatikan oleh pengelola wisata yakni mereka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, hal ini (protokol kesehatan-red) menjadi syarat mutlak bagi pengelola wisata sebelum diijinkan membuka tempat wisatanya.

“Jika protokol kesehatan tidak diterapkan, pengelola belum diijinkan membuka tempat wisatanya,” terangnya.

Baca Juga  Setahun Buron, Arek Kapas Madya Ditangkap Polsek Kenjeran

Masih menurut Maryoto, sejauh ini tempat wisata yang kembali aktif berkisar diangka 40 sampai 50 persen. Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti. Harapannya, jika semua obyek wisata dibuka, tentua akan kembali menggeliatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara itu Kepala Disparbud Bambang Ermawan mengatakan, sekitar 40 sampai 50 persen tempat wisata yang telah dibuka ini juga sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, setiap pengunjung yang masuk ke lokasi wisata diwajibkan memakai masker, cek thermogun, penyemprotan desinfektan, dan menyediakan spot cuci tangan. Bahkan ada petugas yang berkeliling untuk mengingatkan para pengunjung.

“Seperti halnya di Pantai Gemah yang jumlah pengunjungnya terbanyak, penerapan protokol kesehatan sangat ketat,” terangnya.

Bambang menambahkan, dengan adanya pelatihan Tata Kelola Wisata ini, pihaknya berharap bisa meningkatkan sumberdaya manusia bagi pengelolanya. Sebab, sektor wisata jika tidak dikelola secara baik dan menarik, tentu tidak akan diminati lagi oleh wisatawan. (az/yp)

News Feed