oleh

Khofifah Curhat ke Jokowi Soal Rendahnya Tingkat Kepatuhan Masyarakat

Surabaya, (afederasi) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan tingkat kepatuhan masyarakat Surabaya Raya pada protokol pencegahan Covid-19 tergolong rendah. Hal ini ia sampaikan, saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Surabaya.

“Walaupun ada imbauan untuk melakukan ibadah secara online, tapi ada saja beberapa tempat ibadah yang masih buka. Bahkan di tempat ibadah, ada 70% masyarakat yang tidak menggunakan masker. Kemudian ada 84% mereka tidak menerapkan physical distancing. Ini hasil dari penelitian FKM Unair (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya),” ungkap Khofifah saat dikonfirmasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/6/2020).

Khofifah berujar bahwa tidak hanya di tempat ibadah, di pasar tradisional ada 92,8% pasar yang masih buka. Sedangkan jumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker meningkat hingga 84%. Lalu, yang tidak physical distancing ada 89%.

“Padahal tak henti-hentinya kami membagikan masker dan face shield pada pedagang dan masyarakat di pasar,” ujar Khofifah.

Selain itu, abainya masyarakat ini juga terjadi di tempat nongkrong, di mana ada 88% masyarakat yang berkerumun dan tak menggunakan masker. Total ada 89% masyarakat tak menerapkan physical distancing.

“Lalu kita lihat bagaimana tempat cangkrukan, warung, saya lihat 88% mereka tidak menggunakan masker dan 89% mereka tidak physical distancing. Ini hasil dari IKA FKM Unair,” katanya.

Baca Juga  Bupati : Kota Marmer Dipastikan tetap Jadi Penyangga Pangan di Jatim

Hal ini, menurutnya dapat berimbas pada rate of transmission (RT) di Surabaya Raya yang sempat di bawah angka 1, kembali naik di atas angka 1. Padahal, jika 14 hari berturut-turut angkanya di bawah 1, Khofifah berencana akan menerapkan new normal di Surabaya Raya.

“Surabaya sendiri di bawah 1 sempat 6 hari. Sidoarjo di bawah 1 sempat 8 hari. Gresik di bawah 1 sempat 6 hari. Hari itu kami sudah merasa bahwa kita tunggu sebentar lagi 8 hari lagi, terus kita sudah siap new normal,” ucap Khofifah.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Indonesia kembali mengingatkan agar warga Jawa Timur, khusunya Surabaya agar selalu patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jangan sampai masyarakat menganggap kondisi ekarang ini sudah normal.

“Ke mana-mana sudah nggak pakai masker, sudah lupa cuci tangan, masih tetap berkerumun yang tidak perlu. Ini harus kita ingatkan, kita semua harus memiliki perasaan yang sama. Bahwa saat ini kita sedang mengalami yang namanya krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Jangan sampai pernah memiliki perasaan yang normal-normal saja,” papar Jokowi.

Baca Juga  Gubernur : Jumlah OTG di Jatim Alami Kenaikan

Tidak hanya itu, Jokowi memberikan instruksi pada Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II untuk membantu mensinergikan rumah sakit darurat dengan rumah sakit rujukan di Surabaya Raya. Ia tak ingin ada penumpukan pasien di salah satu rumah sakit, sementara rumah sakit lainnya masih kosong.

“Dipisahkan mana yang berat mana yang ringan, penempatan di rumah sakit yang mana sehingga semua tidak masuk dalam satu titik dan dipisahkan. Dan tidak menumpuk pasien itu di satu rumah sakit, sementara yang lain masih banyak yang kosong,” ujarnya.

Jokowi juga meminta pemerintah daerah di Jatim melakukan berbagai kajian dan tahapan sebelum membuka sejumlah sektor untuk masuk ke dalam kehidupan baru alias new normal. Menurutnya, tak bisa sembarangan memutuskan sebuah kebijakan di tengah pandemi virus corona.

“Saya titip pada gubernur, bupati, wali kota, agar setiap membuat kebijakan, selalu merujuk pada data sains, dan juga saran dari scientist, jangan membuat kebijakan tanpa melihat data, tanpa mendengarkan saran dari para pakar, ini berbahaya,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Tulungagung Terima DIPA dari Gubernur Jawa Timur

Ia juga meminta para kepala daerah di Jatim untuk membuat sejumlah plan dalam menghadapi situasi darurat. Ia berpesan agar seluruh pihak untuk berhati-hati.

“Saya juga minta agar disiapkan plan a, b dan c nya agar kita betul betul siaga menghadapi situasi yang tak terduga,” tutup Jokowi. (dwd/am)

News Feed