oleh

Gubernur Jatim Tinjau Dapur Umum Kluster Pondok Pesantren

Banyuwangi, (afederasi.com) – Kesiapan dapur umum penanganan Covid-19 kluster pondok pesantren (Ponpes) mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa. Gubernur pertama Jatim datang langsung melihat kesiapan dan peroses penyajian khusunya logistik di lapangan Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, (2/9/2020).

Dalam tinjauan itu, Khofifah didampingi Sekda Provindi, Heru Tjahjanto, bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jatim dan didampingi Forum Pimpinan Daerah (Forpida) Kabupaten Banyuwangi.

“Kami hanya melakukan penanganan termonitor selama santri menjalani karantina,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan, kecukupan gizi para santri harus terpenuhi. Sehingga, makanan yang ada di dapur umum harus sesuai standar dan lolos safety makanan.

“Logistik yang diberikan santri ini selain harus standar juga dipastikan tidak mengandung formalin dan borak,” katanya.

Sehingga, jelas dia, selama karantina 14 hari santri mendapatkan gizi yang cukup. Bahkan, para tenaga medis juga harus memberikan trauma healing.

“Jika para santri senang, pasti imunitas mereka meningkat,” cetusnya.

Maka dari itu, masih kata dia, pihaknya berkoordinasi bersama Forpimka Banyuwangi. Untuk memenuhi kebutuhan gizi para santri. Selain itu, di area ponpes para santri juga sudah menerapkan jaga jarak.

Baca Juga  Bantuan Pesantren di Masa Covid-19 Cair Akhir Agustus 2020, Ini syaratnya

“Mereka saya lihat senang, bisa tegur sapa melalui jarak jauh, bahkan komunikasi dengan pengasuh ponpes secara virtual,” terangnya.

Dalam penanganan ini, Forpimda yang menjadi garda terdepan. Pemprov Jatim hanya mensupport pelaksanaan saja. Dengan mendirikan rumah sakit mini di area ponpes.

“Kami yakin stigma yang dilakukan forpimda bisa membuat wali santri juga merasa tenang,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, tentunya Pemprov Jatim akan menyiapkan tim untuk mensupport. Dengan menerjunkan sejumlah tim mulai dari tenaga medis dan juga tim pembantu dapur umum.

“Tentunya dengan terjunnya tim ini, nantinya bisa membantu Pemkab Banyuwangi dalam menangani kebutuhan dan juga pelaksanaan karantina secara maksimal,” pungkasnya.

Selain memastikan semuanya sesuai standart gizi khofifah juga memberikan Penyerahan bantuan untuk kebutuhan Ponpes Darusalam yang di diterima oleh KH. Ahmad Munib Syafa’at. Antara lain, Beras 5 ton, Mie instan 500 Dus, Minyak goreng 200 liter, Vitamin c 5000 butir, Uang Senilai Rp. 105.000.000.

Kebutuhan Personal Meningkat

Sementara itu, Karantina Pondok Pesantren (Ponpes) Blokagung, Desa Karandoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, membuat kebutuhan para santri terus meningkat. Salah satunya, kebutuhan personal yang menjalani masa karantina.

Baca Juga  Pesantren Diminta Siapkan Asrama Khusus

Kebutuhan personal itu, seperti handuk, selimut, pembalut, sabun, sikat gigi, dan lainnya. Padahal, masa karantina itu masih berjalan empat hari terhitung pada hari Rabu, (2/9/2020).

“Kebutuhan personal untuk para santri sementara ini disediakan mandiri dari pihak Ponpes,” kata Nihayutul Wafiroh Juru bicara Ponpes Blokagung.

Selama masa karantina tambah Ndok Nik sapaan akrab Juru bicara (Jubir) Ponpes Darussalam menambahkan, untuk kebutuhan personal santri handuk, selimut, pembalut, sudah teratasi berkat supprot masyarakat dan semua yang tim dari Provinsi.

Santri memperispakan kebutuhan dapur

“Kemarin ya personal dari saya, Alhamdulillah banyak bantuan dari masyarakat, dan support dari provinsi bisa teratasi, sekarang bantuan banyak kita arahkan untuk kebutuhan personal” ungkapnya.

Sementara itu Plt Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi Lukman Hakim untuk kebutuhan personal, Pemerintah daerah tidak menyiapkan. Hanya semua kebutuhan logistik yang dianggarkan.

“Kebutuhan pembalut disiapkan oleh BPBD Provinsi,” tuturnya

Kebutuhan Logistik makan dan minum serta menjamin gizi yang dikonsumsi merupakan hal utama yang sangat diperhatikan, namun untuk personal kita bedakan.

Baca Juga  1 Suro Nelayan Lampon Gelar Tradisi Petik Laut

“Sabun mandi dan pembalut ada bantuan dari pihak ketiga,” pungkasnya. (ron/am)

News Feed