oleh

Dewan Desak Pemkab, Tutup 16 Toko Ritel Berjejaring yang Habis Masa Ijinnya

Tulungagung, (afederasi.com) – DPRD Tulungagung mendesak pemerintah kabupaten setempat, untuk segera menutup 16 toko ritel berjejaring yang telah habis masa ijinnya serta lokasi yang dekat dengan pasar tradisional. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Tulungagung, Subani Sirab, Rabu (9/9/2020).

Subani menjelaskan 16 toko ritel berjejaring ini selain masa ijinnya telah habis sejak 2019, lokasi toko ritel berjejaring ini sangatlah dekat dengan pasar rakyat yang berjarak kurang dari satu kilometer.

“Kalau kami mengingat kebutuhan dan memperhatikan keluhan masyarakat Kabupaten Tulungagung, maka toko ritel berjejaring itu tidak dikasih ijin lagi dan harus ditutup segera mungkin. Karena itu sudah habis rata – rata pada 2019 lalu,” ungkapnya.

Subani menyayangkan masih tetap beroperasinya 16 toko ritel berjejaring ini menunjukkan tidak adanya tindakan tegas dari pihak eksekutif. Bahkan ia menyoroti adanya pihak eksekutif yang saat ini mencoba untuk melobi para pengusaha tersebut, guna membuka kembali toko ritel berjejaring di daerah lainnya.

“Pihak eksekutif signalnya kemarin masih ada lobi – lobi terhadap pengusaha, yang notabene pengusaha itu berkeinginan memindah toko ritel berjejaring itu dulu guna diberikan ijin lagi,” katanya.

Baca Juga  Polusi Debu Pabrik Kreser Resahkan Warga, DLH Bakal Ambil Tindakan

Menurut Subani, untuk saat ini yang harus diperhatikan terlebih dahulu itu masyarakat Tulungagung. Dia tetap berharap toko ritel berjejaring yang lokasinya kurang dari satu kilometer dengan pasar rakyat untuk segera ditutup.

“Ke-16 toko ritel berjejaring ini tersebar di hampir semua kecamatan di Tulungagung. Seperti Kecamatan Bandung, Campurdarat, Kauman, dan Gondang. Ada yang paling dekat dengan pasar panjer Rejotangan,” paparnya.

Subani menambahkan, penertiban tidak hanya terkait letak toko ritel berjejaring yang kurang dari satu kilometer dengan pasar rakyat. Melainkan terkait jam buka tutup toko ritel berjejaring, melihat saat ini Kabupaten Tulungagung sudah menerapkan normalitas baru. Maka jam buka tutup harus disesuaikan dengan perda no 1/2018 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

“Karena Tulungagung sudah normalitas baru, kami harapkan jam buka tutup sesuai dengan perda nomor 1/2018 yakni dimulai pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sebab saat ini masih ada yang buka mulai pukul 07.00 WIB, bahkan ada yang buka pukul 06.00 WIB,” imbuhnya.

Baca Juga  DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati secara Teleconference

Dikonfirmasi secara terpisah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tulungagung, Marjadji mengakui adanya 16 toko ritel berjejaring yang telah habis masa ijinnya serta jaraknya yang dekat dengan pasar tradisional.

Dan saat ini pihaknya telah memberikan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan karena sudah tidak sesuai dengan perda nomor 1/2018 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan, pasal 6 ayat 2a dan 2b yang berbunyi bahwa toko swalayan modern jaraknya harus 1.000 meter dari pasar tradisional.

“Maka dari itu himbauan kami terhadap pengusaha toko ritel berjejaring yang dekat dengan pasar tradisional untuk segera direlokasi itu paling lambat pada 31 Desember 2020,” ujarnya.

Marjadji juga mengakui sejumlah toko ritel berjejaring yang masa ijin berakhir hingga 2019 lalu, namun masih beroperasi hingga kini. Hal itu dikarenakan adanya pemberian tenggang waktu.

“Iya memang masih beroperasi, karenakan kami beri tenggang waktu hingga 31 Desember 2020. Dan kami pun juga memikirkan warga yang dikontrak oleh toko ritel berjejaring itu,” imbuhnya. (dn)

News Feed