oleh

Bupati Tinjau Lokasi Longsor di Sendang, Ini Upaya yang Dilakukan

Tulungagung, (afederasi.com) – Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo meninjau lokasi longsor di Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Senin (22/2/2021).

Dari hasil tinjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mengambil tindakan jangka pendek dengan mendatangkan ekskavator untuk mengangkat reruntuhan longsor.

“Yang jelas kami amankan dahulu, ekskavator sudah ada di lokasi, pertama akan kami angkat ke atas reruntuhan longsor dari bawah, agar bisa dilewati oleh kendaraan-kendaraan yang ringan seperti sepeda motor,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Maryoto pihaknya akan mengupayakan perbaikan lebih lanjut dengan mengkaji secara teknis sehingga dapat ditentukan bentuk konstruksi yang tepat.

“Hal ini perlu adanya suatu pemikiran karena itu merupakan jalan penghubung antar desa, perlu dibuat segera penanganan, nanti akan kami pikirkan bentuk konstruksi yang tepat. Yang jelas kami amankan terlebih dahulu,” katanya.

Lebih lanjut Maryoto menuturkan meskipun ada jalur alternatif pihaknya akan mengkaji secara teknis agar mengetahui jalur yang lebih memadai.

“Terlebih dahulu akan kami kerjakan yang terkena longsor. Jadi nantinya akan kami kaji secara teknis jalan mana yang lebih memadai. Agar warga yang ada di daerah pegunungan ini segera bisa menjalin akses dan tidak terisolasi di daerah atas ini,” imbuhnya.

Maryoto mengatakan, bencana longsor tersebut diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi. Longsor yang cukup parah tersebut mengakibatkan keretakan, hingga panjang kerusakan sekitar 150 meter, ketinggian antara 7,5 Meter, dan bawah kurang lebih 15 meter.

“Curah hujan yang cukup tinggi kemarin malam (red-Minggu) terjadi longsor yang cukup parah, kira-kira lebih kurang 150 meter, ketinggian 7,5 meter, dan bahkan bagian bawah kira-kira 15 meter. Perbaikan akan segera dilakukan karena itu merupakan suatu poros pengangkutan arus lalu lintas penduduk,” pungkasnya.

Sekedar diketahui bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu (21/2/2021) telah memutus jalan desa sepanjang 75 meter di Kecamatan Sendang, ini mempengaruhi aktivitas masyarakat.

Pasalnya, dengan terputusnya jalan penghubung dua desa antara Desa Krosok dengan Desa Pakel tesebut, membuat sejumlah masyarakat harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 2,5 kilometer, ketika hendak pergi ke wilayah perkotaan.

“Yang sudah longsor sekitar 70 Meter, jika dijumlah dengan keseluruhan tanah yang retak sekitar 90 Meter. Jalur ini termasuk jalur utama Kecamatan Sendang bagian tengah, penghubung Desa Krosok, Desa Lutung, Desa Talang, dan arah Timur Desa Babatan,” ungkap Kepala Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Susanto ketika dikonfirmasi afederasi.com,  Senin (22/2/2021). (rra/dn)

News Feed