oleh

Bupati Serahkan Ranperda Perubahan APBD TA 2020 ke DPRD, Fokus Penanganan Pemulihan Ekonomi

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Tulungagung menyerahkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2020 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung. Dimana, penyerahan ranperda ini agar dilakukan pembahasan, guna mendapatkan persetujuan.

Penyerahan ranperda tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang dilaksanakan di ruang rapat Graha Wicaksana DPRD Kabupaten Tulungagung, Selasa (1/9/2020).

Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini selain dihadiri oleh pimpinan dan anggota dewan serta Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sukaji. Sedangkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melalui video conference (vidcon) dari kantor masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Maryoto Birowo menyebut dalam Perubahan APBD Tahun 2020 yang diserahkannya dalam sisi pendapatan terdapat pengurangan sebesar Rp 159. 513.681.080,33, sehingga jumlah pendapatan setelah perubahan mencapai Rp 2.423.841.239.025,55 dari sebelumnya yang sebesar Rp 2.583.354.920.105,88.

Namun di sisi belanja ada penambahan sebesar Rp 151.272.574.994,52 yang menjadikan belanja setelah perubahan sebesar Rp 2.914.627.495.100,40 dari sebelumnya Rp 2.763.354.920.105,88. Dan ini mengakibatkan defisit setelah perubahan Rp 490.786.256.074,85.

Baca Juga  Ini Nama Peserta Dengan Nilai Tertinggi, Hasil Seleksi Pengisian JPTP

Sedang di sisi pembiayaan, penerimaan bertambah Rp 325.786.256.074,85 menjadi Rp 505.786.256.074,85 dan di pengeluaran bertambah Rp 15.000.000.000,00 dari yang semula Rp 0,00 (nol).  Hal ini membuat jumlah pembiayaan netto setelah perubahan menjadi Rp 490.786.256.074,85 dan SILPA tahun berkenaan Rp 0,00 (nol).

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, beberapa kegiatan atau program yang tidak sesuai dengan perkiraan dikarenakan imbas Covid-19. “Adanya covid-19 ini jelas berpengaruh pada beberapa agenda, dan itu memang tidak bisa dihindari,”jelasnya.

Maryoto berharap usai penyerahan ranperda tentang perubahan APBD tahun 2020 ini agar segera dilakukan pembahasan. Sebab ditengah situasi pandemi seperti ini pemerintah tentu dituntut untuk melakukan percepatan penanganan. Untuk itu dengan adanya aturan yang jelas mengenai anggaran keuangan tentu semua kegiatan dapat segera dijalankan sesuai dengan rencana.

“Karena anggaran keuangan ini menjadi pijakan utama semua aktivitas, nanti jika sudah disahkan bisa berjalan kegiatan-kegiatan yang memang sudah direncanakan,”terangnya.

Disinggung mengenai fokus terbesar perubahan anggaran keuangan (PAK) 2020, Maryoto mengatakan, fokus utama pemkab saat ini tetap pada penanganan Covid-19. Utamanya dalam menangani krisis kesehatan dan pemulihan ekonomi daerah.

Baca Juga  Bapenda Ciptakan Inovasi Sistem Perpajakan Berbasis Online, Tingkatkan Pelayanan Kepada Wajib Pajak

Nantinya dalam pemulihan ekonomi daerah ini dapat dilakukan melalui penguatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). “Porsi terbesar tetap pada masalah Covid-19, karena ini menyangkut krisis Kesehatan yang harus segera ditangani. Nanti juga ada pemulihan ekonomi melalui penguatan terhadap UMKM,” pungkasnya. (dn)

News Feed