oleh

Bupati : Kota Marmer Dipastikan tetap Jadi Penyangga Pangan di Jatim

Tulungagung, (afederasi.com) – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menyatakan Kota Marmer akan terus menjadi penyangga pangan di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Untuk saat ini di Tulungagung memasuki jadwal kemarau basah, dimana seluruh aktifitas di persawahan melakukan cocok tanam dan panen kedua padi serta memanen Jagung.

Menurutnya, Kabupaten Tulungagung memiliki luas area tanam 45.850 hektare, ditargetkan pada bulan Juni ini akan mulai tanam seluas 3.390 hektare. Khusus Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel memiliki sasaran tanam seluas 973 Ha. Adapun varietas yang digunakan di Desa Bangunjaya adalah Inpari 42, Inpari 16 dan Logawa.

“Di sini menggunakan irigasi teknis, sehingga pada musim kemarau diperkirakan air masih tercukupi. Meskipun ini memasuki kemarau tapi masih ada hujan, atau biasa disebut kemarau basah,” ungkap Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, ketika memberikan paparan di depan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Dia berharap,  dengan dimulainya percepatan musim tanam kedua ini, hasil yang didapatkan bisa lebih sukses dan mendapatkan hasil yang signifikan guna menunjang kebutuhan pangan nasional.

Baca Juga  Gubernur : Jumlah OTG di Jatim Alami Kenaikan

Pihaknya meyakini,  jika semua bersinergi dari pemerintah,  petani dan stakeholder pangan di Jatim akan tercukupi. “Saya meyakini dan memiliki semboyan Jika Kita Bersama Pangan Tersedia,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu,  Gubernur bersama Bupati Tulungagung berkesempatan meninjau penggilingan beras di Kelompok Tani (Poktan) Rejeki Makmur dengan stok gabah sebanyak 20-23 ton dengan stok beras mencapai 6 ton. Rombongan juga berkesempatan melihat peralatan seperti dryer dan RMU. (an)

News Feed