oleh

Bupati Kendal : Kegiatan di Ponpes Bisa Dilaksanakan, Asal Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Kendal, (afederasi.com) – Selama dua pekan terakhir angka kasus persebaran Covid-19 di Kendal terus bertambah, hal ini membuat Bupati Kendal, Mirna Annisa merasa prihatin. Terutama di kalangan pondok pesantren, oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan yang lebih serius.

“Selain itu, saya minta sejumlah Peraturan Bupati (Perbup) yang terkait dengan penanganan Covid-19 benar-benar ditegakkan. Terutama Perbup Nomor 51 tahun 2020 juncto pasal 56 tentang kewajiban memakai masker. Saya paham, Satpol PP sudah mensosialisasikan pada masyarakat, tapi masih banyak warga yang bandel ketika keluar rumah tidak memakai masker,” kata  Mirna, Rabu (7/10/2020). Kendal Jawa Tengah.

Bupati Mirna sanggat berharap kepada masyarakat khususnya di Kendal, terlebih di lingkungan Ponpes, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, untuk selalu menjaga kesehatan disaat melaksanakan kegiatan di ponpes.

“Jangan sampai menghentikan kegiatan di Ponpes. Silahkan semua kegiatan tetap berjalan, namun jangan sampai meninggalkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah juga meminta kepada para Bupati/Walikota guna  menyiapkan mekanisme pengembalian santri ke pesantren. Untuk Kabupaten Kendal, kata Mirna, bupati sudah memfasilitasi, santri asal Kendal yang akan berangkat ke pesantren, mendapat fasilitas Rapid Tes gratis. Hal itu dilakukan, untuk mencegah meluasnya klaster di pesantren.

Baca Juga  Masih Ada 33 Kabupaten/Kota berstatus Zona Resiko Tinggi

“Saya minta para santri di Kabupaten Kendal, supaya membiasakan diri berwudlu sebelum memulai kegiatan di dalam kelas. Membiasakan santri berwudlu itu lebih keren. Sebelum masuk kelas, wudlu. Setelah dari kamar kecil wudlu. Ini ajaran positif bagi para santri, termasuk disiplin memakai masker dan jaga jarak,” kata Bupati Mirna Annisa.

Mirna menambahkan berdasarkan data hingga Senin (5/10/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kendal sudah mencapai 1.091 orang. Sedangkan yang sudah sembuh mencapi 707 orang. Sementara yang masih dirawat ada 332 orang dan yang meninggal dunia ada 52 orang.

Berdasar data, klaster baru di pondok pesantren ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, di Ponpes Roudhotu Usyaqil Quran, Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo. Sebelumnya, ada dua pondok pesantren di Kendal menjadi klaster Covid-19. Yakni Ponpes Modern Selamat, Kecamatan Patebon dan Ponpes Muhammadiyah Darul Arqom, Kecamatan Patean. (son/dn).

News Feed