oleh

Bebas Corona, Jaga Ketat Semua Daerah Perbatasan

Situbondo, (afederasi.com) –  Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Situbondo mulai memperketat penjagaan di perbatasan Kabupaten. Itu dilakukan setelah Situbondo menyatakan diri sudah berstatus bebas pandemi Corona.

“Kabupaten Situbondo kan sudah dinyatakan sembuh semua, artinya kita bebas Korona. Jadi kalau ada orang luar masuk ke Kabupaten kita harus diperiksa dulu, kalau memaksa kita karantina, itu tempat karantina mumpung kosong,” tutur Ketua Tim Koordinasi Gugus Tugas Covid-19, Yoyok Mulyadi, kepada sejumlah wartawan, Kamis (14/5/2020).

Terkait penjagaan yang terkadang tidak begitu ketat, Yoyok menegaskan jika itu hal yang wajar, sebab pos pantau dijaga selama 24 jam secara bergantian, dan petugas juga mengakami kelelahan.

“Kalau petugas ngantuk manusiawi lah kalau toh ada keteledoran itu hanyalah hal yang wajar. Tetapi kita tetap berupaya melakukan penjagaan dengan ketat,” jelas Yoyok lagi.

Lain dari itu, Sekda Syaifullah menegaskan jika penjagaan memang akan diperketat, setidaknya setiap satu jam check point selalu melakukan aktifitas pemeriksaan selama 15 menit, selain itu pemkab juga menyiapkan kartu ijin melintas di kabupaten, yang itu akan dibagikan kepada pengguna yang melintas di tapal batas.

Baca Juga  Cerita Anggota Tim RHA Menghadapi Wabah Covid-19, Pernah Dianggap Pembawa Virus

“Jadi Pemkab akan memeriksa setiap mobil yang melintas, tidak hanya itu petugas juga akan melakukan rapid test bagi pengguna yang diketahu memiliki suhu tubuh tinggi, jika dinyatakan sehat maka akan diberi kartu melintas, dan itu berlaku bagi oengguna jalan yang melintas di tapal batas,” urai Syaifullah lagi.

Bagaimana dengan perbatasan yang berbatasan dengan laut ? Mengingat di Situbondo ternyata juga banyak pelabuhan tradisional yang itu banyak ditemukan kapal tradisionan  bersandar, sehingga memungkinkan lolosnya pemudik dari luar Situbondo masuk melalui jalur darat.

Menyikapi hal itu, Pemkab mengaku sudah memberikan teguran kepada Syahbandar, agar selalu memperketat setiap penumpang kapal tradisional yang sandar.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan syahbandar, beberapa waktu lalu Bupati juga menegaskan untuk tetap membukan pelabuhan, dengan tujuan untuk menghindari ulah penumpang, yang memaksa menggunakan kapal kecil. Jika itu dilakukan kemudian ada kecelakaan atau apa, pemerintah juga yang repot,” bebernya.

Seperti diketahui, sesuai data dari Gugus Tugas 19, dari 12 pasien confirm Corona 10 diantaranya dinyatakan sembuh, sementara dua sisanya melakukan isolasi mandari dan secara klinis juga sudah dinyatakan sembuh, hanya saja harus tetap menunggu hasil swab.(ari/am)

Baca Juga  Satu Anggota Kelompok Luring Positif Covid-19, TRC Bidang Kesehatan Lakukan Penelusuran Epidemiologi

News Feed