oleh

BPJS Kesehatan : Tagihan Klaim Rumah Sakit Capai Rp 119 Miliar

Terlihat salah satu warga sedang mengurus kepesertaan di kantor BPJS Kesehatan Tulungagung (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (Afederasi.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyebutkan saat ini jumlah tagihan klaim pembayaran di sejumlah rumah sakit yang belum terbayarkan ada sekitar Rp 119 miliar.

“Jumlah tagihan sebesar Rp 119.228.977.327 itu sejak Juli hingga akhir Oktober di 15 rumah sakit yang tersebar di tiga kabupaten yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Tulungagung, M Idar Aries Munandar, ketika dikonfirmasi afederasi.com, Senin (18/18/2019).

Menurutnya , penyebab terjadinya tunggakan itu dikarenakan adanya defisit keuangan pada BPJS. Dimana, penerimaan BPJS yang tidak seimbang dengan jumlah pengeluarannya. Sementara tunggakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) mencapai Rp490 juta, dan ini untuk periode Agutus hingga Oktober.

“Ya tunggakan kami kurang lebih Rp119 miliar untuk rumah sakit, dan untuk FKTP sekitar Rp490 juta,” jelasnya.

Dia mengungkapkan terjadinya defisit telah diprediksi sejak 2014 silam. Namun, penyesuaian tarif baru dilakukan pada 2016 dan 2019. “Ya bisa diibaratkan penerimaan dan pengeluaran kami ibarat langit dan bumi. Jadi tidak seimbang,” terangnya.

Baca Juga  Bupati Mirna Anisa Resmikan RS Darurat Covid -19

Nandar sapaan M Idar Aries Munandar menjelaskan skema terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah seluruh rumah sakit yang menjadi mitra BPJS kesehatan dapat menggunakan fasilitas supply chain financing (SCF).  Nantinya rumah sakit dapat menggaransikan total klaim kepada bank yang telah ditunjuk oleh BPJS kesehatan. Sehingga bank dapat membayarkan sesuai dengan jumlah klaim rumah sakit.

“Jadi rumah sakit tetap dapat memberikan layanan karena mendapat dana dari bank. Kami sendiri juga didenda 1 persen dari jumlah klaim jika terlambat membayar klaim ke rumah sakit,” ujarnya.

Disinggung terkait kapan klaim tersebut akan dibayarkan, kata Nandar, dia belum dapat memastikan kapan klaim BPJS itu bisa dibayarkan kepada pihak rumah sakit maupun FKTP. “Kita ikut dari keputusan dari pemerintah pusat bagaimana dan kapan itu bisa dicairkan,” tambahnya. (an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed