oleh

Tren Bercocok Tanam Meningkat, Penjual Bunga Kebanjiran Order

Tulungagung, (afederasi.com) – Pandemi Covid-19 yang memaksa seseorang untuk stay at home membuat sebagian orang mulai gemar bercocok tanam. Tentu saja, hal ini membuat penjual tanaman hias kebanjiran order.

Salah satu penjual bunga asal Dusun Ngipik Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Iin mengungkapkan, sebelum berjualan bunga, ia memunyai hobi mengoleksi bermacam bunga untuk memberi makan Tawon Klancengnya.

Ketika memasuki pertengahan bulan Agustus lanjut Iin, ternyata harga tanaman bunga hias melonjak naik. Hal inilah yang mendasarinya untuk mencoba berjualan bunga.

“Dari hoby saya yang suka dengan bunga dan harganya lagi fantastis saya kepingin mencoba berjualan bunga juga, dan ternyata minat masyarakat sekitar sini banyak yang menyukainya,” kata Iin.

Wanita berumur 34 tahun tersebut melanjutkan, minat masyarakat semakin hari semakin bertambah, bahkan ada masyarakat luar desa yang mengunjungi kios bunganya untuk membeli.

Iin mengakui, imbas pandemi Covid-19 ini mendorong minat masyarakat untuk bercocok tanam. Selain mudah dilakukan, dengan menanam bunga maka suasana halaman rumah lebih segar. Selain itu, semakin banyak tanaman maka akan semakin banyak pula oksigen yang dihasilkan.

Baca Juga  Usia Kandungan 37 Minggu Wajib Test Swab, 5 Rumah Sakit Disiapkan untuk Ibu Hamil Positif Corona

“Melihat postingan di facebook saya ada orang yang berasal dari luar desa yang sampai membeli banyak varian, seperti Aglonema, Lili, Kaktus Koboi, dan Mawar,” jelasnya.

Masih menurut Iin, varian yang banyak diminati warga sekitar adalah jenis Mawar dan Brokoli karena harganya masih terjangkau relatif murah. Sedangkan jenis seperti Aglonema, dan Monstera Janda Bolong (Janbol) hanya untuk kalangan yang tertentu saja.

“Mulai September kemarin saya kebanjiran orderan untuk yang jenis Mawar Sembon dan Baby Rose, ketika turun dari mobil pengangkut bunga sudah langsung digeruduk pembeli sampai kehabisan stock, jadi kalau stock habis ya mereka (red: para pembeli) rela untuk menunggu datangnya bunga lagi” imbuhnya.

Disinggung mengenai kisaran harga, harga bunga di kios Iin paling murah Rp 2 ribu untuk jenis Krokot per polibagnya, dan paling mahal sekitar Rp 250 rb-Rp 700 rb untuk yang varian Janbol.

“Kalau untuk varian Aglonema harganya medium sekitar Rp 70 rb-Rp 125 rb tergantung sama ukuran dan jenisnya juga,” pungkasnya. (er/yp)

News Feed