oleh

Gowes Pagi Hari, Risma Ajak Warga Berolahraga

Surabaya (afederasi.com) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengajak warganya untuk berolahraga setiap pagi meski dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, olahraga pagi dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini ia sampaikan saat melakukan gowes pagi berkeliling Kota Pahlawan bersama para staf Sabtu (29/8/2020).

“Bersepeda merupakan salah satu olahraga, yang dapat menghindarkan seseorang dari masuknya virus Covid-19 ke tubuh manusia,” katanya.

Risma mengungkapkan, dari data yang diperolehnya, kesembuhan Covid-19 cukup lama karena komorbid atau penyakit penyerta. Untuk itu, salah satu cara mencegah atau mempercepat penyembuhannya adalah dengan rajin dan rutin olahraga.

“Salah satunya dengan bersepeda, atau jalan kaki, apalagi pedestrian kita sudah mulai bagus,” imbuhnya.

Tidak hanya bersepeda, Risma juga menyempatkan diri untuk melihat pohon Tabebuya diberbagai sudut kota Surabaya. Menurutnya,  Tabebuya di Surabaya sudah mulai bermekaran.

Warna-warni bunganya sudah mulai tampak hingga pertengahan bulan September. Oleh karena itu, Wali Kota Risma mengajak seluruh warga untuk datang menyaksikan keindahannya secara langsung.

“Silahkan datang ke Surabaya, sekarang kota ini sudah semakin cantik dan makin indah. Selain Tabebuya juga ada bunga Sepatu Dea, dan bunga-bunga cantik lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bongkar Peredaran Upal

Setelah dari pepohonan Tabebuya, Risma menyempatkan menghampiri alun-alun Surabaya. Disana ia bersama para stafnya melakukan sedikit pembersihan, tepatnya di aarea pintu masuk. Beberapa warga yang ada di lokasi berbondong-bondong minta ber-swafoto dengan Wali Kota ini, sembari tetap mengingatkan protokol kesehatan harus dijaga.

“Para pengunjung ayo jangan diturunin maskernya, jaga jarak, selalu cuci tangan ditempat yang sudah disediakan,” kata Risma menghimbau.

Kendati demikian, Risma juga berencana akan menambah beberapa fasilitas di tempat rekreasi ini seperti penerangan dan beberapa fasilitas disinfektan. Pertimbangannya yakni alun-alun merupakan salah satu tempat publik, yang banyak dikunjungi oleh masyarakat Surabaya bahkan semenjak awal dibuka pada 17 Agustus 2020 lalu.

“Pencegahan serta pemutusan rantai Covid-19 tidak akan berhenti kami lakukan hingga vaksin ditemukan,” pungkas Risma. (dwd/yp)

News Feed