Kamis, 28 Oktober 2021, 12:40 WIB

Urgensi Refleksi Momentum Sumpah Pemuda

Setiap tahun kita selalu diingatkan oleh tanggal 28 Oktober, yakni sebagai sebuah refleksi sejarah tentang ikrar sumpah oleh generasi muda pada tahun 1928. Momentum ini sekaligus membuka ruang dan nalar kritis pemuda untuk dapat memberikan kontribusi besar terhadap segala persoalan Negara saat ini yang jauh dari prinsip dasar sumpah pemuda di tahun 1928, yakni berbangsa satu, bangsa Indonesia, bertanah air satu, tanah air Indonesia, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa di era kemajuan teknologi informasi saat ini, pemuda kita sering lepas dari kontrol budaya, dan karakter bangsanya sendiri. Sebut saja generasi yang lebih senang dengan budaya orang barat, mabuk budaya orang Arab, dan gila budaya orang Korea. Hal demikian Nampak secara jelas pada sikap-prilaku generasi kita saat ini, mulai dari pergaulan tak terkontrol, hingga bersarangnya prilaku senang mengkonsumsi narkoba sejak dini. Inilah yang menjadi tugas besar dalam peringatan sumpah pemuda di tahun 2021 saat ini. Berdasarkan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan pada poin (a) bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak perintisan pergerakan kebangsaan Indonesia, pemuda berperan aktif sebagai ujung tombak dalam mengantarkan bangsa dan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.

Amanat di atas tetap harus menjadi sebuah patokan generasi muda Indonesia dalam menjunjung tinggi martabat bangsanya. Upaya yang perlu dilakukan adalah pemuda kita terus merdeka, yakni merdeka berfikir, merdeka berinovasi, dan merdeka dalam memberikan kritik membangun untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kemudian kemerdekaan yang dimaksudkan juga harus diimbangi dengan semangat merawat persatuan dan kesatuan antar generasi bangsa, agar Indonesia semakin berdaulat, dan tidak bubar dimasa akan datang. Pemuda merupakan salah satu komponen bangsa yang memiliki peran strategis dalam pembangunan, karena pemuda merupakan generasi penerus yang akan menjaga, memelihara, dan melanjutkan tujuan dan cita-cita Bangsa Indonesia hingga bumi ini runtuh.

Syekh Yusuf al-Qordowi seorang cendikiawan muslim yang berasal dari Mesir, menyebutkan “jika pemuda di ibaratkan seperti mentari yang bersinar terang di tengah siang”. Dari perkataan tersebut maka dapat kita pahami bersama, bahwa seorang pemuda di ibaratkan dengan mentari yang bersinar pada siang hari, karena pemuda identik dengan semangatnya yang membara, seperti api yang sedang berkobar dan siap menerangi seluruh tempat kegelapan. Akan tetapi semangat membara yang dimiliki seorang pemuda harus berlandaskan dengan ketaqwaan, dan akhlak pekerti yang baik. Jika tidak demikian, akan menimbulkan banyak rintangan yang justru bukan mengarah pada kemajuan bangsa, melainkan meruntuhkannya. Kita bisa belajar dari tokoh-tokoh cedikiawan muslim di abad ke-7 Masehi yang telah lalu, sebut saja al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Sina, al-Khawarizmi, al-Ghazali, dan banyak lainnya banyak melahirkan karya monumental yang berguna bagi kemajuan peradaban Islam pada masanya, dan umumya bagi peradaban Dunia hingga saat ini. Itulah ibrah masalalu yang dapat dijadikan sebagai literasi pembangunan generasi muda kita di era saat ini untuk Indonesia.

Hal di atas menjadi bagian dari refleksi kita untuk momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Demikian juga dapat menjadi gambaran kepada generasi muda Indonesia untuk terus mengasah kemampuannya sejak dini dengan modal kecapakan akhlakul karimah, moral, ilmu pengetahuan, dan kecakapan dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pemuda kita hari ini adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana sebuah syair Arab ayng menagatakan “subbanul yaum rijaalul ghod” pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Oleh sebab itu merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk terus membina generasi-generasi bangsa yang mandiri, yang selalu memberikan kontribusi posisif terhadap kemajuan Ibu Pertiwi Indonesia. Peran pemuda sangatlah penting untuk masa depan bangsa Indonesia, bobroknya pemuda maka akan mengakibatkan bobroknya Bangsa Indonesia, karena pemuda adalah pemegang kendali utama untuk menentukan maju, dan runtuhnya Negara itu sendiri.

News Feed