oleh

Tergesa-gesa adalah Penyakit Manusia

Larangan Tergesa-gesa dalam Bertindak

Kekhusyu’an adalah tujuan manusia untuk memperoleh ketenangan dalam kehidupan. Sebaliknya ketergesa-gesaan adalah sumber penyesalan manusia dalam kehidupan. Betapa banyak manusia yang telah rugi atas dosa dan kesalahannya, disebabkan oleh sifat tergesa-gesa yang dimilikinya.

Contoh tergesa-gesa yang berdampak fatal antara lain: terlanjur mengambil keputusan penting dalam keadaan marah; menjual barang berharga di saat  kebutuhan mendesak dll. Rasulullah Bersabda:

 إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَإِنَّمَا الْحُلُمَ بِالتَّحَلُّمِ وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطِهِ وَمَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ  يُوقَهُ  (رواه الطبراني)

Artinya: “Sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar dan sesungguhnya hilm (kesabaran dan ketenangan) didapatkan dengan melatihnya. Barangsiapa yang berusaha untuk mendapatkan kebaikan, maka Allâh akan memberikannya. Barangsiapa yang berusaha untuk menghindari keburukan, niscaya akan terhindar darinya.”

Tergesa-gesa adalah Bisikan Setan

Tergesa-gesa ialah mengambil tindakan tanpa pertimbangan yang matang terlebih dahulu.  Seseorang yang bertindak atau mengambil keputusan tanpa persiapan yang terencana, disebut dengan istilah ceroboh.

Sifat buruk tersebut berasal dari bisikan setan. Tujuan utamanya adalah membinasakan manusia dan menjadikannya menyesal di akhir tindakan yang dilakukannya. Allah SWT berfirman:

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

Artinya: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab-Ku), Oleh karena itu, janganlah kalian minta kepada-Ku untuk mendatangkannya dengan segera”.  (Q.S al-Anbiyâ’ :37

Baca Juga  Respon Fenomena Dakwah Kekinian

Tergesa-gesa adalah penyakit manusia. Oleh karena itu, Rasûlullâh SAW menyebutkan dalam haditsnya bahwa sifat tenang berasal dari Allah SWT. Sedangkan ketergesa-gesaan berasal dari bisikan setan. Rasûlullâh SAW bersabda :

التَّأَنِّي مِنَ اللهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Artinya: “Ketenangan datangnya dari Allâh, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan”

Dampak Fatal  dari Tergesa-gesa

Di antara dampak fatal dari sifat tergesa-gesa, yakni: Pertama, kecelakaan. Data angka kecelakaan di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh sifat tergesa-gesa. Angka kecelakaan di Indonesia termasuk tertinggi di ASEAN, sebab dalam sehari terdapat satu juta insiden. Kecelakaan menembus angka 2,76 persen dengan rata-rata korban di usia produktif antara 15 sampai 22 tahun.

Kedua, perceraian. Keputusan untuk bercerai antara suami-istri diambil karena sifat tergesa-gesa. Angka perceraian di Indonesia termasuk tertinggi di Asia Pasifik. Semenjak tahun 2006 hingga tahun 2017 meningkat antara 16 % hingga 20 %. Setiap jam rata-rata terjadi 40 sidang perceraian. Rata-rata setiap bulan ada sekitar 340.000 lebih gugatan cerai yang terjadi di Indonesia.

Ketiga, kasus narkoba. Kasus narkoba kebanyakan disebabkan oleh sifat tergesa-gesa manusia untuk menyerah dalam menghadapi kenyataan pahit yang dihadapi. Setiap tahun jumlah kematian di Indonesia yang disebabkan oleh narkoba menjacapai 50.000 jiwa. Sedangkan penghuni penjara 80% adalah kasus narkoba.

Baca Juga  Media Informasi Dalam Bingkai Islam Rahmatan Lil’aalamiin

Larangan Keras dalam Tergesa-gesa

Allah SWT menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh yang sempurna. Nabi memiliki sifat yang tenang dalam berfikir dan bertindak. Setiap ucapan Beliau adalah mutiara hikmah dan setiap tindakan beliau adalah teladan bagi umat manusia.

Berdasarkan hadits dan atsar yang dihimpun oleh penulis bahwa Nabi  SAW melarang keras umatnya untuk bersifat tergesa-gesa dalam beberapa tindakan sebagaimana berikut:

1.           الدعاء. Berdoa. Maksudnya adalah seseorang tidak mau berdo’a lagi kepada Allah SWT. Sebab ia merasa bahwa selama ini ia telah berdo’a, namun bertahun-tahun lamanya Allah SWT belum mengabulkan do’anya. Padahal, Allah SWT pasti mengabulkan do’a hamba-Nya.

2.           الإقامة. Iqâmah. Maksudnya adalah seseorang dilarang berlari-lari untuk Mendatangi Masjid, ketika sudah dikumandangkan Iqamah.

3.           الأكل. Makan. Maksudnya adalah seseorang dilarang untuk tergesa-gesa dalam menghabiskan Makanan. Akibatnya makanan akan masuk ke jalur pernafasan. Hal itu bisa menyebabkan kematian.

4.           الكلام. Berbicara. Maksudnya adalah seseorang dilarang untuk cepat dalam berbicara, mengajar dan berceramah.

5.           طلب العلم. Mencari Ilmu.  Maksudnya adalah seseorang dilarang untuk menyerah dalam upaya menuntut ilmu sebelum memperoleh hasilnya. Sebab mencari ilmu  butuh kesabaran dengan prinsip “long life education”.

Baca Juga  Kurang Pengetahuan Adalah Formulasi Mematikan Saat Tsunami

6.           الفتوى. Fatwa. Maksudnya adalah seseorang dilarang tergesa-Gesa dalam memberikan fatwa atau menjawab pertanyaan

7.           الدعوة.  Dakwah. Maksudnya adalah seseorang dilarang tergesa-gesa dalam berdakwah sebelum memperoleh hasil yang maksimal.

8.           التكفير.  Mengkafirkan .Maksudnya adalah seseorang dilarang tergesa-gesa  dalam takfîr (Mengkafirkan) kepada  Orang Lain.

Tergesa-gesa yang Diperbolehkan

Ternyata, ada lima hal yang boleh dilakukan dengan keadaan tergesa-gesa,  yaitu sebagimana riwayat yang disandarkan pada al-Imam Hatim al-Ashom (wafat tahun: 237 H)

قال الحاتم الاعصم: ” كان العجلة من الشيطان إلا في خمسة اطعام الطعام اذا حضر الضيف و تجهيز الميت اذا مات وتزويج البكر اذا ادركت وقضاء الدين اذا وجب و التوبة من الذنب اذا اذنب”

Artinya: “Ada 5 (lima) perbuatan yang boleh dilakukan dengan keadaan tergesa-gesa, yaitu:

1.           Menyajikan makanan untuk tamu.

2.           Mengurus Jenazah/ Mayyit.

3.           Menikahkan anak gadis ketika sudah ada jodohnya.

4.           Melunasi hutang ketika sudah jatuh tempo.

5.           Segera bertaubat jika berbuat dosa”.

*Penulis adalah Kajur Manajemen Dakwah IAIN Tulungagung dan Penasehat ISNU Dampit

News Feed