oleh

Perintah untuk Berikhtiar dalam Hidup

Pada prinsipnya sukses adalah hak setiap orang. Semua orang berhak untuk hidup sukses dan bahagia. Namun orang yang sukses itu tidak dilahirkan, akan tetapi dibentuk dan ditempa. Maka ia harus berikhtiar agar meraih hidup yang sukses.

 إنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ (سورة الرعد: 11)

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya.

Makna Sukses di Dunia

Islam berpendapat bahwa makna sukses di dunia adalah jika seseorang mampu bersyukur dan menikmati hasil usahanya. Bila seseorang telah bekerja keras, namun ternyata ia tidak dapat menikmati hasil kerja kerasnya tersebut. Maka orang tersebut pada prinsipnya adalah gagal  dalam hidupnya.

Begitu pula apabila seseorang telah memiliki kenikamatan atau kekayaan yang berlimpah, akan tetapi tidak bersyukur kepada Allah SWT (Pemberi Nikmat), maka kesuksesan hidupnya adalah fatamorgana.

Allah SWT berfirman: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (Q.S Thaha: 124)

Makna Sukses di Akherat

Adapun makna sukses di akherat dalam perspektif Islam adalah jika seseorang memperoleh ridho Allah SWT. Jika Allah SWT telah ridho kepada seseorang, maka segala yang ia inginkan akan diberikan oleh Allah SWT, berupa kenikmatan, kebahagiaan di dunia dan akherat.

Baca Juga  Harga Cabai Rawit Kian Pedas, Tembus Hingga Rp100 Ribu Per Kilogram

Sebaliknya walaupun seseorang taat beribadah kepada Allah SWT siang dan malam. Namun tiada keikhlasan dalam hatinya, maka sesungguhnya ibadahnya tertolak. Sebab amal ibadah ibadah seseorang tidak menjamin baginya akan masuk surga.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

قال رسول الله (ص) : لن يدخل الرجل الجنة عمله. قالوا ولا أنت يا رسول الله؟ قال : ولا أنا

Artinya: “Amal ibadah seseorang tidak menjamin baginya untuk masuk surga”. Sahabat bertanya: “Begitu pula anda, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: Begitu juga aku”.

Amal ibadah seseorang hanya berpengaruh pada tingkatan derajatnya di surga. Amal ibadah bukan sebab dari turunnya ridho Allah SWT. Akan tetapi ridho Allah SWT didapat dari amal ibadah yang disertai dengan hati ikhlas, syukur, sabar, dan tawakkal.

Manfaat dari ibadah bukan untuk Allah SWT, tetapi semata-mata untuk manusia itu sendiri. Allah tidak butuh apa-apa dari kita. Jika seluruh jin dan manusia sejak diciptakan hingga sekarang patuh dan tunduk kepada Allah, tidak sedikitpun menambah kekuasaanNya, begitu pula sebaliknya, jika semua makhluk ingkar kepada Allah, tidak sedikit pun mengurangi kebesaran Allah SWT.

Kunci Meraih Sukses Dunia Akherat

Adapun kunci meraih sukses dunia akherat dalam perspektif Islam antara lain:

1.           “استقامة” Istiqomah. Sukses diraih dengan cara hidup yang istiqomah (ajeg) dalam mempertahankan iman dan menjalankan usaha yang kita lakukan. Kata kuncinya adalah tidak mudah menyerah. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Berakit rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Itu semua adalah ungkapan untuk menjalani hidup yang istiqomah.

Baca Juga  Menjelang Ramadan Harga Bahan Pokok Masih Relatif Aman

2.           “علم” Ilmu. Meraih sukses dengan ilmu diawali dengan belajar. Belajar dari hidup, sebab hidup pada prinsipnya adalah belajar. Ilmu akan menjadikan seseorang sebagai raja di bidangnya. Sebab, ilmu akan mendatangkan uang. Ilmu menjadikan orang memiliki pangkat, jabatan dan kehormatan. Dengan ilmu, dokter menyembuhkan pasien yang sakit. Insinyur membangun jembatan. Ilmuan mengahasilkan produk dari pengetahuan yang ia miliki. Ulama’ menjadi panutan bagi masyarakat. Sebab ilmu pula, dunia ini akan tunduk dalam genggaman seseorang.

3.           “كسب” Bekerja. Pada prinsipnya bekerja adalah ibadah. Kerja menghasilkan uang. Uang akan membeli kesenangan. Penganggur tidak akan pernah sukses dalam hidupnya. Sebab itu Islam mewajibkan umatnya untuk bekerja.

4.           “هجرة” Hijrah (berubah lebih baik). Hidup adalah perubahan. Jika ingin sukses, maka harus mengubah pola hidup menjadi lebih baik. Gaya hidup boros harus diubah dengan gaya hidup sederhana. Sifat malas harus diubah menjadi sifat rajin. Sifat sombong terhadap orang lain, harus diubah dengan sifat tawadhu’ dan menghormati orang lain. Orang pelit jika ingin sukses harus bersedekah, berlatih menjadi orang dermawan.

5.           “تعاون” Kerjasama. Sukses sulit diperoleh dengan usaha sendiri. Namun sukses akan mudah bila diraih dengan cara kerjasama. Di balik kesuksesan seseorang, pasti ada do’a istri, restu orang tua, bantuan teman, uluran tangan sahabat, dan rekan serta handai tolan. Ironis sekali bila ada orang sukses, namun ia melupakan bantuan dan kerja samanya dengan orang lain. Railah  sukses dengan kerjasama yang baik.

Baca Juga  Sambut Puasa Harga Daging Ayam Kampung Tembus Rp85 ribu

6.           “زوجة صالحة” Istri Sholehah. Sukses suami diraih dari do’a istri setelah sholat dhuha. Sukses suami diperoleh dari tetesan air mata istri di waktu tahajjud. Rumah tangga yang bahagia pilarnya adalah istri yang sholehah. Ketika suami bekerja jauh dari rumah, istri menjaga kesetiaan dan kehormatannya. Istri yang sholehah tidak berbuat selingkuh, bisa dipercaya, menjaga harta suami, memberikan keturunan yang sholih dan sholihah. Sebaliknya kehancuran suami dan rumah tangga disebabkan oleh istri yang durhaka pada suami.

7.           “ذكر و دعاء”, Dzikir dan Do’a. Komunikasi yang dijalin antara hamba dan Sang Pencipta adalah dzikir dan do’a. Dzikir dan do’a memperlancar usaha seseorang. Dengan dzikir dan do’a, hasil usaha seseorang akan maksimal dan penuh berkah. Pekerjaan yang berat akan terasa ringan bila disertai dengan dzikir yang tak terputus. Sedangkan Do’a akan merubah nasib buruk menjadi nasib baik. Do’a merubah kegagalan menjadi kesuksesan.

Kesimpulan

Pertama, sukses itu bukan hadiah (pemberian), akan tetapi sukses itu harus diraih dengan cara ikhtiar (berusaha), do’a dan tawakkal.

Kedua, makna sukses di dunia adalah bila seseorang mampu bersyukur dan mampu menikmati hasil usahanya. Makna sukses di akhirat adalah bila seseorang mampu memperoleh ridho Allah SWT

Ketiga, Kunci meraih sukses dunia dan akherat antara lain: istiqomah, ilmu, bekerja keras, hijrah (berubah menjadi lebih baik), menjalin kerjasama, istri sholehah, dzikir dan do’a.

*Penulis adalah Kajur Manajemen Dakwah IAIN Tulungagung dan Penasehat ISNU Dampit

News Feed