oleh

Peringati Hari Pencegahan Bunuh Diri Seluruh Dunia

Oleh : Muthia Maharani*

Tepatnya tanggal 10 September, merupakan hari penting yang diperingati di seluruh penjuru dunia, yakni world Day Suicide Prevention (pencegahan bunuh diri seluruh dunia).

Meski belum populer ditelinga masyarakat, namun momen ini penting diperingati untuk membantu seseorang agar tidak mengambil jalan pintas ‘bunuh diri’. Sebab, ide bunuh diri tidaklah muncul secara tiba-tiba. Namun, beberapa hari sebelum seseorang melakukan aksi nekatnya, mereka sudah menunjukkan tanda-tanda.

Kasus bunuh diri terjadi hampir diseluruh belahan dunia. Terjadi 800.000 kasus per tahun di seluruh dunia, atau dapat dikatakan setiap 40 detik terjadi 1 kasus bunuh diri.

Jika ditinjau lebih jauh, bunuh diri terjadi semata-mata bukan hanya sebagai ide yang tiba-tiba muncul dan terjadi bunuh diri. Sebelum seseorang melakukan aksi bunuh diri, banyak tanda yang dimunculkan sebagai sinyal “perlu pertolongan”.

Tanda tanda ini muncul dalam kurun waktu cukup lama, tergantung dari kondisi tiap individu. Berikut tanda tandanya

  1. Merasa jadi beban bagi orang lain
  2. Sedih terus menerus terjadi selama 2 minggu atau lebih (mengarah pada gejala depresi)
  3. Tidak memiliki harapan hidup
  4. Self harma atau menyakiti diri sendiri
  5. Merasa sendirian
  6. Perubahan mood dan perilaku yang drastis

Ada juga keadaan lain yang mendorong terjadinya bunuh diri, seperti pernah menjadi korban bullying, pernah ditinggalkan seseorang karena bunuh diri, hubungan yang tidak baik dengan orang lain serta penggunaan obat obat terlarang.

Kalau menemui seseorang yang sudah memunculkan tanda tanda diatas, apa yang bisa kita lakukan ?

Sebagai lingkungan dari orang tersebut, perlakuan kita sangat berpengaruh pada kondisinya. Beberapa hal ini sebisa mungkin kita lakukan;

  1. Mendengarkan aktif apa yang disampaikan oleh seseorang tersebut (dalam hal ini orang yang telah memunculkan tanda tanda akan melakukan bunuh diri). Mendengarkan aktif itu tidak selalu harus menjawab semua yang disampaikan. Dengan hadir penuh dan fokus pada apa yang disampaikan, sudah sangat membantu dan memberikan kesan bahwa seseorang tersebut dihargai oleh orang terdekat. Berikan support pada orang tersebut.
  2. Jangan menghakimi bahwa seseorang tersebut kurang dalam beribadah atau perilaku agama yang lain. Hal ini tidak secara langsung berhubungan.  Bisa jadi anggapan bahwa kondisi seseorang tersebut dikarenakan dia kurang beribadah justru membuat kondisi semakin terpuruk. Jadi lebih hati hati ya, jangan langsung menghakimi.
  3. Sarankan untuk bertemu tenaga profesional, psikolog atau psikiater untuk mengetahui kondisi seseorang tersebut lebih lanjut. Jangan malu untuk berkonsultasi, agar kondisi kesehatan mental kita juga bisa diketahui dan mencegah terjadinya kemungkinan semakin tidak baik.

Dengan mengenali tanda tandanya, kita bisa ikut mencegah terjadinya bunuh diri pada seseorang.

*Penulis adalah Psikolog Biro Antara

News Feed