oleh

Pentingnya Self Awareness menghadapi New Normal

Oleh Muthia Maharani*

Masa pandemi belum berakhir, dan saat ini kita memasuki tahap baru yaitu new normal. New normal sendiri bukan berarti kita telah kembali normal seperti sebelum adanya Covid-19.

Namun  hal ini lebih berfokus pada situasi baru yang mengharuskan kita membentuk kebiasaan berupa perilaku yang lebih sehat dengan protokol yang ditetapkan pemerintah dalam melakukan aktivitas sehari hari.

Diantaranya, memakai masker saat keluar rumah, cuci tangan selama 20detik sebelum memasuki tempat baru, olahraga rutin, dan sebagainya. Tentu saja, membiasakan hal tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Walau kelihatannya tidak berat dilakukan, justru kadang hal-hal kecil ini seringkali disepelekan.

Penerimaan mengenai kondisi new normal ini, direspon sangat subyektif oleh masyarakat, ada yang sangat mendukung dan berusaha menerapkan. Tetapi tidak sedikit pula yang melakukan sekedarnya saja bahkan sering dilupakan.

Memang untuk membentuk satu kebiasaan baru diperlukan sarana prasarana serta sosialisasi yang konsisten agar seseorang merasa akan terus diingatkan pentingnya hal tersebut dilakukan. Sebab hal ini menjadi faktor eksternal bagaimana membentuk suatu kebiasaan.

Agar tidak selalu bergantung dengan faktor eksternal tersebut, kita perlu meningkatkan faktor internal dalam diri kita yaitu dengan meningkatkan kesadaran diri atau self awareness.

Secara teori, self awareness adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu untuk memahami diri sendiri serta dinamika dalam diri yang meliputi pikiran, perasaan dan perilaku dan bagaimana dampaknya pada diri dan orang lain.

Menyadari dengan penuh apa yang kita pikirkan tentang kebiasaan ini akan mempengaruhi perasaan dan perilaku kita. Misalnya, seseorang yang dengan sadar menganggap bahwa protokol kesehatan ini penting dilakukan untuk menjaga diri, dan perilaku tersebut akan berdampak pada kondisi orang disekitarnya agar terhindar dari paparan virus dan penyakit lainnya. Maka tidak akan muncul perasaan kesal, marah,untuk mematuhi protokol kesehatan.

Namun sebaliknya, ketika seseorang beranggapan bahwa prosedur new normal ini berat, menyusahkan, membuat risih karena harus memakai masker kemana-mana, merasa berat, kesal, dan enggan mematuhi protokol kesehatan, maka dia tidak sadar bahwa apa yg dia lakukan akan berdampak pada orang lain. Bahkan ia bisa membawa sumber penyakit lain yang ditularkan.

Kesadaran secara penuh, apa yang kita pikirkan, rasakan dan lakukan berdampak pada orang lain perlu ditingkatkan dalam upaya membiasakan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari hari.

Dengan kesadaran diri yang tinggi, kita bisa lebih mengontrol perilaku jadi lebih tidak sembrono. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan self awareness dalam new normal diantaranya :

a. Pahami tujuan utama penerapan protokol kesehatan untuk diri sendiri.

b. Pertimbangkan dampak positif dan negatif melaksanakan new normal.

c. Pahami manfaat secara langsung pada diri ketika sudah mematuhi protokol kesehtan dengan konsisten, misalnya tidak mudah sakit, tidak mudah lelah, lingkungan lebih sehat.

d. Pahami manfaat pada lingkungan terdekat, misalnya anak-anak tidak mudah sakit, lebih ceria, hubungan emosional lebih baik dan sebagainya.

*Penulis adalah Psikolog dan Biro Antara

News Feed