oleh

Pengenalan Cara Identifikasi Kelas Reptil

PENGENALAN CARA IDENTIFIKASI KELAS REPTIL (ORDO SERPENTES; ULAR), DAN PENANGANAN GIGITAN ULAR DI LINGKUNGAN MASYARAKAT YANG TUMPANG TINDIH DENGAN HABITAT ULAR (SMP DARUL FAQIH INDONESIA, KAB. MALANG)

Dilakukan pada Bulan Juli – Oktober 2020

Oleh:
Bagus Priambodo, S.Si., M.Si., M.Sc. (Ketua Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Negeri Malang

Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pengabdian ini secara garis besar mencakup beberapa komponen yakni mengedukasi masyarakat sejak dini khususnya siswa-siswi dalam melakukan identifikasi jenis ular, baik ular yang berbisa maupun ular yang tidak berbisa dan memberikan pelatihan penanganan kasus gigitan ular pada manusia.

 Secara keseluruhan kegiatan praktek penanganan kasus gigitan ular pada manusia berjalan dengan sukses, hal ini di lihat dari antusisasme para siswa dalam mempraktekkan cara penanganan gigitan ular di dalam kelas serta antusiasme siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari pemateri, selain itu siswa juga sangat tertarik ketika dilakukan demonstrasi cara identifikasi ular dan cara penanganan terkena gigitan ular dengan media ular yang asli secara langsung, siswa menjadi lebih penasaran karena terdapat objek dari yang disampaikan oleh pemateri dapat disaksikan oleh siswa secara langsung.

Baca Juga  Universitas Bakti Indonesia Gelar Wisuda Ke-12
2 materi dampak gigitan ular, penanganan pertama korban gigitan ular dan diskusi dengan siswa/siswi

Manajemen gigitan ular membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif dari sebelum ke rumah sakit hingga manajemen tingkat lanjut di rumah sakit. Meski sudah banyak pedoman yang diterbitkan, namun pelaksanaan dilapangan cukup sulit terutama di pedesaan. Keterlambatan transportasi, manajemen pertolongan pertama yang tidak tepat, pengobatan dari dukun, dan pasokan antivenom yang terbatas adalah beberapa faktor yang mempengaruhi keselamatan korban gigitan ular [14-16].

Penyampaian kata sambutan dan materi identifikasi ular
Penyampaian kata sambutan dan materi identifikasi ular

Salah satu prosedur pertolongan pertama yang paling banyak digunakan adalah imobilisasi dengan perban elastis/pressure bandage with immobilization (PBI) yang direkomendasikan oleh WHO. Perban elastis lebar (15 cm) diaplikasikan di tempat gigitan dan menutupi seluruh anggota tubuh dengan tekanan yang sama untuk pergelangan kaki yang terkilir [12,17]. Alasan dari teknik ini adalah memblokir aliran limfatik tanpa mengganggu aliran darah arteri atau vena sehingga dapat membatasi penyebaran bisa ular [18].

Dampak dan Upaya Keberlanjutan Kegiatan Pengabdian

Baca Juga  Kejaksaan Batu Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Program pengabdian kepada masyarakat pengenalan cara identifikasi reptile (ordo serpentes) dan cara penanganan gigitan ular yang sudah dilaksanakan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa dan guru SMP Darul Faqih Indonesia mengenai cara mengidentifikasi ular dan cara penanganan jika terkena gigitan ular. Siswa dan guru akan lebih mengetahui dan berhati – hati dalam menyikapi jika menemukan ular serta edukasi para siswa dan guru mengenai cara identifikasi ular dan cara penanganan terkena gigitan ular menjadi lebih bertambah. Materi pelatihan penanganan kasus gigitan ular pada manusia akan bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat sekitar ketika menemukan ular tidak langsung membunuhnya karena sudah dibekali materi mengenai cara identifikasi ular yang berbisa dan tidak berbisa serta cara penanganannya jika terkena gigitan ular tersebut.

Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada populasi berisiko tinggi tentang jenis ular berbisa lokal, kebiasaan ular, dan beberapa strategi untuk menghindari gigitan ular. Beberapa strategi penghindaran adalah menghindari habitat ular seperti rumput tinggi, semak, rawa, dan lubang di tanah; memakai celana panjang, dan sepatu bot khusus untuk pekerja pertanian; menggunakan senter saat berjalan di malam hari; tidur ditempat  yang tinggi; dan tidak memegang ular dengan tangan kosong [5,12].

Baca Juga  Mencoblos Ditengah Pandemi, Ini Kata Warga Perumahan Bululawang
Gambar 12. Nilai pre-test dan post-test siswa/siswi

Secara keseluruhan kegiatan praktek penanganan kasus gigitan ular pada manusia berjalan dengan sukses, hal ini di lihat dari antusisasme para siswa dalam mempraktekkan cara penanganan gigitan ular di dalam kelas serta antusiasme siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari pemateri, selain itu siswa juga sangat tertarik ketika dilakukan demonstrasi cara identifikasi ular dan cara penanganan terkena gigitan ular dengan media ular yang asli secara langsung, siswa menjadi lebih penasaran karena terdapat objek dari yang disampaikan oleh pemateri dapat disaksikan oleh siswa secara langsung. Meningkatnya seluruh skor post-test siswa/siswi membuktikan adanya peningkatan pengetahuan akan materi yang telah diberikan (Gambar 12). Rata-rata nilai pre-test dari 25 siswa/siswi adalah 48.8, dan rata-rata nilai post-test adalah 69. Terdapat peningkatan rata-rata nilai yang didapatkan dari hasil post-test sebesar 41.4%. Keberlanjutan dari kegiatan ini adalah rencana untuk melakukan kegiatan pengadian ditiap tahunnya untuk meningkatkan wawasan akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam keberlangsungan ekosistem.

News Feed