oleh

Kriteria Teman Terbaik dalam Perspektif Islam

*Oleh : Dr. H. Ahmad Nurcholis

Perintah agar Memilih Teman yang Baik

Teman adalah orang yang ada di saat kita membutuhkannya. Teman sejati selalu mendampingi kita di saat susah maupun senang.  Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar kita memilih teman yang sholih, yaitu yang beriman dan berakhlak mulia.

عن أبي موسى الأشعري قال رسول الله (ص): إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحاً مُنْتِنَةً

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya teman baik dan teman yang buruk itu diibaratkan dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi dapat memberikan wewangian untukmu, engkau membelinya, atau engkau mendapatkan aroma wangi darinya. Adapun pandai besi bisa jadi membakar pakaianmu atau engkau mendapatkan aroma yang tidak sedap darinya.”

Kriteria-kriteria teman yang baik

Teman yang baik berdasarkan hadits di atas, diibaratkan seperti penjual misik (minyak wangi). Sedangkan teman yang buruk (jahat) diibaratkan seperti pande Besi.

Kreteria Teman yang baik akan memberi tiga hal: Pertama, memberikan pengalaman yang baik untuk kita. Contohnya tatkala kita berteman dengan orang yang ahli ibadah, maka ia akan mengajak kita untuk melaksanakan sholat berjama’ah, menghadiri majelis taklim dan menasehati kita agar senantiasa beriman kepada Allah SWT.

Kedua, Teman yang baik akan mengajak kita untuk berkomitmen dalam melakukan kebaikan tersebut. Komitmen berarti menggunakan motto satu hati satu jiwa dalam melakukan kebaikan. Akan membimbing kita hingga sukses dalam kebaikan.

Ketiga, Teman yang baik akan meberikan “bau harum” dalam sejarah hidup kita. Hal tersebut berarti bahwa teman yang sholih akan menjadikan nama baik kita di mata Allah SWT dan di mata manusia.

Kriteria teman yang baik (sholih) dalam perspektif Islam, antara lain: memberikan nasehat untuk melakukan kebaikan, menjaga nama baik temannya, menjaga rahasia temannya, berteman karena Allah SWT bukan karena keuntungan dunia. Mengajak kita sholat berjama’ah, amanah, jujur dan memiliki solidaritas yang kuat.

Kriteria-kriteria teman yang Jahat

Sedangkan teman yang buruk (jahat) akan memberikan hal-hal negativ pada diri kita, antara lain: Pertama, teman yang buruk akan menjerumuskan kita pada kemaksiatan (dosa) kepada Allah SWT. Kedua, teman yang buruk akan memberikan bau Sangit kepada kita. Bau sangit artinya berusaha untuk mencemarkan nama baik kita di mata Allah SWT dan di mata masyarakat.

Teman itu Ibarat Anak Tangga

Hakekat Teman menurut Imam Nawawi adalah Ibarat Anak Tangga. Imam Nawawi berkata: Teman adalah ibarat anak-anak tangga yang kita lalui. Adakalanya anak tangga itu menghantarkan kita naik menuju kesuksesan (teman sholih). Adakalanya anak tangga itu menghantarkan kita turun menuju kehinaan (teman jahat).

Berdasarkan Hipotesis Imam Nawawi tersebut di atas, maka sepatutnya seorang muslim harus waspada terhadap hubungan pertemanan. Teman yang baik akan menuntun kita pada langkah-langkah kesuksesan dalam hidup. Adakalanya sukses karir, sukses keluarga, sukses ibadah kepada Allah SWT.

Sedangkan teman yang buruk (jahat) akan menuntun kita pada langkah-langkah kesesatan dan kemaksiatan. Mengajak untuk mengkonsumsi narkoba, free sex, berkhianat, berkata manis di depan kita namun berkhianat di belakang kita.

Macam-Macam Teman Dalam Perspektif Islam

Islam telah menjelaskan macam-macam teman sebagai berikut:

1.           “تعارفا” Perkenalan. Teman yang terjadi akibat perkenalan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, dan lainnya.

2.           “تارخا” Sejarah. Persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sepondok, se-almamater, maupun teman sepermainan waktu kecil.

3.           “أهمية” Kepentingan. Persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti usaha, politik, dan berorganisasi.

4.           “هواية” Hobi. Persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, volly, memancing, dan sebagainya.

5.           “مهنة” Profesi. Persahabatan yang terjalin karena seprofesi, misalnya sama-sama guru, dokter, dosen, pedagang, nelayan dan seterusnya.

6.           “عدوا” Musuh. Persahabatan tetapi pada akhirnya menjadi hubungan permusuhan, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci. “Bila kamu memperoleh ni’mat, ia benci, bila kamu tertimpa musibah, ia senang” (QS 3:120).

7.           “حبا للإيمان”, Cinta Karena Allah SWT. Persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, senantiasa berwasiat dalam kesabaran dan kebaikan.

Dari ke 7 macam persahabatan di atas, persahabatan yang terjalin antara nomor 1 s.d nomor 6 akan sirna di dunia maupun akhirat. Adapun yang kekal adalah persahabatab nomor 7 saja, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10), “Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS 43:67).

Kesimpulan      

Pertama, umat Islam diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW agar pandai dalam memilih teman. Sebab teman sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Kedua, kriteria teman yang baik menurut Nabi adalah ibarat penjual misik di mana akan memberikan bau harum pada pakaian seseorang, yang berarti bahwa teman tersebut akan membawa dampak baik dalam kehidupan seseorang.

Sedangkan kriteria teman yang buruk ibarat pande besi yaitu teman yang memberikan bau sangit pada baju seseorang, yang berarti bahwa teman tersebut membawa dampak buruk bagi seseorang seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, peran teman dalam kehidupan seseorang ibarat anak tangga. Adakalanya anak tangga itu menghantarkan sahabatnya naik menuju kesuksesan. Adakalanya anak tangga itu menghantarkan turun menuju kerusakan dan kehancuran dalam hidup seseorang. Keempat, Mulai saat ini, untuk bijak dalam memilih teman.

*Penulis adalah Kajur Manajemen Dakwah IAIN Tulungagung dan Penasehat ISNU Dampit

News Feed