Minggu, 20 Juni 2021, 22:16 WIB

Desain Grafis, Skill Menjanjikan Pilihan Remaja di Masa Pandemi

*OLeh : Bahiroh Bilqis

Di era modern, setiap hal dalam kehidupan kita dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Era serba digital mempermudah setiap kegiatan manusia mulai dari berbelanja hingga membeli makanan dapat dilakukan hanya dengan menekan tombol di layar smartphone. Apalagi di masa pandemi seperti ini semakin membuat orang malas untuk keluar rumah. Selain itu, banyak anak muda yang kesulitan menemukan tempat atau pilihan keterampilan di masa pandemi.

Namun, pernahkah kalian berpikir untuk menjadi desain grafis? Kira-kira berapa harga dibalik logo start-up terkenal seperti Shopee atau Gojek? Tentu logo-logo seperti itu tidak dibanderol dengan harga murah, sebab logo tersebut tidak dibuat sembarang orang. Desainer grafis (graphic designer) adalah profesi yang pekerjaannya menciptakan ilustrasi, fotografi, tipografi, atau grafik motion baik untuk media cetak atau online dan karyanya digunakan untuk tujuan tertentu entah untuk iklan atau yang lainnya.

Desain grafis adalah istilah yang umum dikenal oleh masyarakat kita. Perlu diketahui, seiring berkembangnya zaman, desainer grafis mulai dikelompokkan berdasarkan tugas, fungsi, dan tujuannya. Beberapa jenis desainer grafis yaitu advertising designer (fokus mendesain karya yang berhubungan dengan periklanan), visual identity designer (menciptakan branding terhadap suatu brand misal logo unik dan semacamnya), motion graphic desainer (mengolah elemen grafis dan memberikan gerakan biasanya digunakan dalam bidang periklanan), animation designer (menciptakan visual animasi), illustrator designer (menciptakan ilustrasi atau gambaran pada sebuah konten), layout designer (berfokus dalam hal tata menata sebuah elemen visual dalam bidang percetakan), typography designer (menciptakan dan mengolah hal yang berkaitan dengan tipografi), User Interface Designer (biasanya menciptakan aplikasi atau website), User Experience Designer (bekerjasama dengan UI desaigner namun menekankan pada riset pengalaman penggguna terhadap sebuah aplikasi atau website), dan yang terakhir adalah full stack desainer (gabungan dari UI dan UX designer yang tidak hanya menguasai desain namun juga menguasai coding seperti html).

Baca Juga  Ini Jenis Makanan yang Bisa Meningkatkan Imunitas Dimasa Pandemi Covid-19

Banyaknya jenis-jenis desain grafis memudahkan para remaja di era saat ini untuk memilih prospek kerja sesuai minat mereka. Saat ini, banyak sekali start-up bermunculan seperti Gojek, Tokopedia, Shopee, dan semacamnya. Hal ini tidak menutup kemungkinan peluang pekerjaan untuk seorang desainer grafis. Menjadi seorang desainer grafis memiliki keuntungan tersendiri. Selain kreativitas tersalurkan, kita punya kesempatan untuk bekerja di perusahaan start-up impian. Menjadi seorang anak desainer grafis tentunya mendapat beberapa keuntungan diantaranya, bekerja di divisi kreatif di agensi periklanan, branding agency, atau menjadi desainer grafis di perusahaan media massa. Selain itu, juga dapat menjadi seorang komikus atau freelancer illustrator. Kita tidak perlu sibuk pergi ke kantor karena kita bisa bekerja dimana saja bahkan sambil bersantai di rumah. Selain bekerja di start-up, kita juga dapat menjalankan studio sendiri. Secara tidak langsung kita telah membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Bila kita lihat begitu banyak keuntungan-keuntungan menjadi desainer grafis. Lalu bagaimana jika kita ingin menjadi seorang desainer grafis? Bagi sebagian orang untuk menjadi seorang desainer grafis  harus mengenyam pendidikan tentang desain. Padahal hal tersebut tidak selamanya benar. Banyak cara yang dapat kita lakukan agar bisa menjadi desainer grafis. Kunci utamanya hanya satu, harus rajin berlatih. Kita dapat mulai belajar desain dengan cara autodidak. Kemampuan ini dapat diasah dengan sendirinya hanya bermodalkan software desain dan kreatifitas diri sendiri. Kita bisa mencari banyak referensi atau sumber untuk belajar baik dari buku desain atau melalui pelajaran audio-visual lewat platform Youtube. Kita dapat menemukan banyak jenis video yang cocok untuk kita jadikan referensi mulai dari desain sederhana untuk pemula sampai desain yang sulit.

Baca Juga  Jepang Longgarkan Peraturan Perbatasan Terkait Pandemi Mulai Senin

Itulah ulasan singkat seputar desain grafis, jenis-jenisnya, keuntungan menjadi desainer grafis, dan langkah apa saja yang dapat dilakukan sebagai pemula untuk belajar desain. Terlepas dari hal itu semua, yang terpenting adalah kita mempunyai tekad untuk terus belajar, selain itu jangan lupa latihan dan seringnya bermain dengan kreatifitas diri juga diperlukan agar menjadi desainer grafis yang hebat.

*Penulis adalah Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Jember

News Feed