Senin, 17 Mei 2021, 13:37 WIB

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pelatihan Karate

*Oleh Hafifah Fahrun Nisa

Sampai saat ini wabah Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir, khususnya di Kabupaten Situbondo. Namun pandemi ini tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan kegiatan olahraga. Karena olahraga menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan imunitas agar tetap sehat dan bugar selama masa pandemi.

Olahraga Karate misalnya, sebagaimana diketahui karate merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak dikenal secara umum di kalangan anak-anak dan remaja usia sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler Selama pandemi.

ekstrakurikuler disekolah sementara ditiadakan, namun banyak kejuaraan yang diadakan secara virtual, yaitu dengan cara mengirim rekaman video kejuaran dan hasilnya juga diumumkan secara daring.

Sebelum pandemi kejuaraan Karate menyiapkan banyak kelas untuk dipertandingkan baik “Kata” (keindahan/gabungan dari gerakan dasar) atau Kumite (tarung) baik kelas beregu maupun kelas perorangan.

Selama pandemi kejuaran virtual hanya mempertandingkan kelas “Kata” saja dan teknik Kumite saja, kategori kelas perorangan.

Ujian kenaikan tingkat atau penurunan kyu yang diselenggarakan setiap enam bulan sekali juga dilaksanakan secara virtual sesuai prosedur ujian yang telah diterapkan PB Lemkari Jatim dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga  Tekan Mobilitas Masyarakat, Ini Pusat Keramaian yang Ditutup

Untuk kalangan anak-anak, remaja dan peserta pemula, pelatihan Karate tidaklah mudah dilakukan secara mandiri tanpa adanya seorang pendamping atau pelatih. Pelatihan secara daring banyak diperuntukkan bagi para pelatih namun untuk anak-anak dan remaja yang masih pemula berlatih Karate akan dirasa sulit untuk mencapai hasil yang maksinal. Karena itulah ada beberapa Dojo Karate yang masih melaksanakan pelatihan karate khususnya di wilayah zona aman Covid-19, hal itu bertujuan untuk mempersiapkan kejuaraan-kejuaraan  virtual yang diadakan selama pandemi. Pelaksanaan latihan wajib untuk mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, pemeriksaan suhu badan dan menjaga jarak.

Kondisi yang ditimbulkan pandemi Covid-19, membuat banyak wali karate yang mengeluhkan putra-putri mereka mengalami kejenuhan dan stres. Sebab, situasi pandemi membuat mereka  lebih banyak melakukan kegiatan didalam rumah sementara kegiatan belajar disekolah belum aktif sepenuhnya. Program kegiatan latihan juga menjadi sedikit berbeda dengan program pelatihan yang dilaksanakan sebelum mewabahnya virus Covid-19. Beberapa program latihan sengaja dibuat untuk mengurangi rasa stres dan jenuh anak akibat wabah Covid-19.

Baca Juga  Menangkan Qosim-Alif, Putra Ketua RGS Gaet Kaum Milenial

Guna mengatasi masalah tersebut program latihan dibuat sedikit berbeda, selain berlatih dasar-dasar Karate pelatih juga memberikan program baru seperti permainan yang berkaitan dengan materi-materi dasar karate.

Setiap pelaksanaan latihan di Dojo atau diluar Dojo beberapa petugas kesehatan dari Puskesmas Asembagus juga ikut andil membantu serta memantau pelaksanaan kegiatan.

Ada beberapa peraturan yang diterapkan sebelum memasuki Dojo. Seperti, para anggota yang menghadiri latihan harus menggunakan masker, mencuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh dan juga adanya larangan untuk mengikuti latihan bagi peserta karate yang baru datang dari kota. Kerja sama, kesadaran dan kejujuran wali Karate sangat dibutuhkan demi kesehatan dan keselamatan semua anggota dari tertularnya Covid-19

Tetap sehat dan bugar menjadi harapan orangtua terhadap anak-anak mereka selama masa pandemi ini. Walaupun olahraga bela diri karate banyak menerapkan kedisiplinan, sportivitas dan porsi latihan fisik yang tinggi, serta bertambahnya beberapa protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini.

Anak-anak yang bergabung dalam Dojo Karate tetap merasa senang, karena mereka mengaku dapat bertemu dengan teman-teman mereka sehingga dapat melepaskan kejenuhan dan stres akibat adanya peraturan kesehatan mengenai Covid-19 yang menuntut mereka untuk lebih banyak tinggal dirumah.

Baca Juga  Kejari Eksekusi Uang Pengganti Dugaan Korupsi Rp 1,2 Miliar

Kerja sama yang baik antara wali karate dan petugas kesehatan serta pihak terkait  yang membatu terlaksananya latihan menjadi modal utama. Sehingga anak anak tetap bisa aktif berprestasi serta berpatisipasi dalam program-progran yang akan diselenggarakan Dinas pendidikan seperti KOSN yang dilaksanakan secara virtual.

*Penulis adalah Mahasiswi Universitas Negeri Jember

News Feed