Kamis, 5 Agustus 2021, 17:44 WIB

Almagfurullah Tgh. L. Ibrohim M. Thoyyib Tokoh Nu Penuh Karya

*Oleh: H. Ahmad Muhasim

Biografi singkat  Tuan Guru Haji Lalu Ibrohim Muhammad Thoyyib, nama kecilnya Lalu Aqib Ibrahim. Lahir di Dusun Cempaka Putih Desa Aik Dareq Kecamatan Batukliang Lombok Tengah NTB  tahun 1953. Sekolah formal ditempuh hanya SDN dan SMP Swasta saja karena waktu itu di Batukliang belum ada SMP Negeri. Setelah tamat SMP beliau di minta menjadi tenaga pengajar di PGA. Beliau mengajarkan pelajaran Aljabar, Ilmu Ukur, Fisika dan Bahasa Inggris. Beliau mulai belajar agama pada bulan Februari 1970 dan langsung mendirikan Madrasah Diniyah Uswatun Hasanah atas perintah guru beliau. Sejak  itu berda’wah melalui majlis pengajian yang semakin hari semakin bertambah banyak. Beliau tidak membuat jarak dengan jamaah dari anak- anak sampai dewasa. Apalagi dengan karyawan Yayasan dan keluarga Pondok Pesantren. Beliau sholat berjamaah setiap waktu, beliau juga hobi main music dan olah raga. 

Pada tahun 1983 Madrasah Diniyah itu di resmikan menjadi Pondok Pesantren Uswatun Hasanah oleh Kepala kantor Depag NTB, Guru beliau yang pertama al Ustadz Haji Lalu Muhammad dan selanjutnya TGH. Muh. Thoyyib Mantang. Keseharian beliau sejak tahun 1970 mengisi pengajian pada banyak majlis taklim yang tersebar di pulau Lombok, Bali, Sumbawa dan Sulawesi. Selain itu  memberikan pengajian pada kantor/dinas/instansi negeri dan swasta di Praya Lombok Tengah.

Pemikiran dan Karyanya,  Selain beliau mengisi pengajian di beberapa tempat pagi sore dan malam, setiap pagi dari jam 07.00 – 09,00 beliau tetap mengisi  siraman rohani pada santri, setelah itu baru berangkat mengisi pengajian majlis taklim sesuai dengan jadwal setiap bulan, disela-sela kesibukan beliau  termasuk kuat membaca dan menulis buku. Beberapa karyanya yang dapat dikelompkkan ke berbagai rumpun ilmu antara lain: bidang Fiqh seperti Hadist Ahkam, Fiqh Ibadah dan Ushul Fiqh. Bidang astronomi  berjudul Antropologi metafisik , Ilmu Falaq (Practikl Astronomi), Ilmu Falaq ( Sprericel Astronomi). Bidang Filsafat seperti ilmu mantiq dan dasar renungan filsafat. Tasawuf, Ekonomi Islam. Tidak kalah pentingnya lagi Menyusun buku-buku  sejarah seperti Kisah para Nabi, Lahirnya Baginda Rasul, Wafatnya Baginda Rasul, Jejak dakwah para wali, Sejarah Kota Madinah, Wajah Lombok zaman dahulu. Dan banyak lagi karya karya beliau yang sudah memiliki ISBN. sampai ahir hayatnya beliau Menyusun 65 buku, yang bisa digunakan oleh  para santri dan kalangan umum termasuk perguruan tinggi. 

Salah satu karyanya yang sering jadi rujukan diperguruan tinggi berjudul Keajaiban Sain Islam (mengungkap kebenaran isi  Alquran al Hadits dengan logika dan ilmu pengetahuan), buku setebal 377 halaman disusun pada tahun 2010 penerbit Pinus Publiser. Dikutip pada halaman 85 mengatakan “ Allah sangat senang kalau nikmat-nikmatNya diperhatikan oleh hambanya. Imam Tirmizi meriwayatkan Hadits yang bersumber dari Ibnu Amr bahwa Rasulullah Saw telah bersabda yang artinya: Sesunngguhnya Allah Taala senang bahwa jika nikmatNya diperhatikan oleh Hambanya. Beliau mengungkapkan bagaimana tahapan  proses kejadian manusia dari waktu ke waktu mulai bulan pertama sampai bulan kesembilan:

Keadaan janin pada  bulan pertama, Dibulan  pertama zigota tersebut membagi diri menjadi dua sel, lalu menjadi empat, delapan sel dan seterusnya sampai berjuta-juta sel yang membentuk tubuh manusia. Sebenarnya pada bulan pertama dari kehidupan embrio itu sudah mulai berbentuk tapi sangat sederhana setiap anggota tubuh  yang akan digunakan nantinya setelah lahir, janin didalam tubuh itu adalah hidup, sudah tentu ia perlu makan sehingga dari bakal manusia yang panjangnya Cuma 1/4 in ci itu, kemudian bertambah volumenya menjadi 50 kali lipat, bagaimana Allah memberikan makan sementara ia belum  bisa mengusahakan makanan bagi dirinya. Sejalan dengan perkembangan sel-sel itu maka diujung sebelah luar bulatan ziqota itu terbentuk suatu lapisan khusus yang berisi makanan, lapisan itulah yang dikenal dengan trophoblast, lapisan itu terus berkembang dalam lapisan jaringan Rahim. Pada akhir bulan pertama, Panjang embrio sekitar ¼  inci, bentuknya melengkung mirip lingkaran. Dibawah bagian perut ada ekor pendek, sedangkan kiri kananya ada tanpak tonjolan-tonjolan yang nantinya akan menjadi lengan dan kaki. 

Bulan kedua,  Embrio pada bulan kedua, bentuknya memang tidak berbeda dengan berudu, pada bulan kedua dari kehidupan janin dalam uterus, Ketika itu kepalanya besar, mempunyai celah-celah sirip seperti  yang ada pada ikan. Bakal lengan dan kaki bentuknya masih tidak beraturan, hanya menunjukan tonjolan-tonjolan saja. 

Bulan ketiga, antara sifat kelakian dan kewanitaan semakin jelas berbeda pada bulan ketiga karena janin yang laki mulai  menempuh perkembangan setahap demi setahap, sedangkan Wanita janinya tidak berkembang (tidak kelihatan), juga pada bulan ketiga Allah Mulai membangun fondamen untuk, yang 20 buah gigi sementara yang bias kita sebut gigi susu, kelihatanlah lubang-lubang pada tulang rahang yang mulai mengeras. Tali-tali suara yang akan digunakan untuk  menimbulkan getaran-getaran bunyi, saat itu mulai dibenahi meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana dan belum bisa digunakan, tali suara itu laksana senar biola yang sudah dipersiapkan sedini mungkin, sekalipun saat itu belum bisa dipakai. 

Bulan keempat, pertumbuhan yang sangat cepat memang terjadi pada bulan ketiga dan keempat, pada bulan keempat panjangnya mencapai 8 inci,  berarti ½ kali Panjang Ketika dilahirkan, jadi memuncaknya grafik pertumbuhan sampai bulan keempat, selanjutnya grafik perkembangan janin menurun lagi secara berangsur-angsur, saat itu kepalanya  masih besar, punggungnya masih luas, sedangkan kakinya sangat pendek. Volume kepala embrio secara berangsur-angsur disesuaikan. Setealah berakhir bulan keempat, maka janin ditiupkan roh oleh Malaikat, Rasulullah bersabda summa yab atsullahu ilaihil malaka fayumfahu fiihirruhi yang artinya: kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka malaikat itu meniupkan ruh kepadanya. 

Bulan kelima, tubuh embrio yang kecil itu sesungguhnya terdiri dari  ratusan bagian yang membentuk satu kesatuan yang unik, seakan-akan masyarakat sel dan organ tubuh itu suatu teka-teki yang rumit, tetapi yang jelas bisa diibaratkan seperti  anggota-anggota dalam organisasi yang masing-masing membagi tugas kerjanya, sehingga semua punya hak dan kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan, demi terlaksananya cita-cita Bersama. Cuma bedanya masyarakat pada tubuh dan otak manusia tidak berpencar namun semuanya bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Seperti alat pencernaan mulai aktif mengubah makanan menjadi  pembentuk-pembentuk sel, peredaran darah bekerja sebagai alat transportasi mengantarkan zat-zat makanan untuk semua bagian tubuh, saraf laksana kawat telepon jaringan komunikasi dari berbagai arah, sedangkan otak bertindak sebagai sentralnya. 

Bulan keenam, kelopak mata yang terbentuk pada bulan ketiga, langsung tertutup rapat terus, barulah pada bulan keenam kelopak mata mulai terbuka. Namun dia bisa menerima cahaya pada bulan ketujuh, sedangkan alis dan bulu mata diciptakan pada bulan keenam dan ketujuh, pada lidah mulai dibentuk kuncup-kuncup pengecap yang sangat banyak, kalau manusia dewasa mempunyai pengecap sampai 9000 buah, maka janin punya lebih dari itu. 

Bulan ketujuh, pada bulan ketiga dari kehidupan embrio, sudah mulai   tumbuh otak kecil yaitu kelanjutan dari otak besar, yang berhubungan dengan serabut-serabut saraf dari telinga, begitupula tumbuh dua buah bulatan  yang lebih besar yang merupakan kelainan atau keistimewaan otak manusia dengan hewan. Itulah yang merupakan puncak kerumitan, pada bulan ketujuh kedua bulatan tersebut memutupi   hampir seluruh ruangan otak, sementara sel-sel saraf yang sangat lembut menjadi matang secara sempurna, demikian pula serabut-serabutnya. Pada bulan ketujuh janin sudah bisa bersandar dengan sendirinya, janin berupa orok, kulitnya keriput, merah mirip dengan  kulit orang tua, panjangnya sudah bertambah menjadi 16 inci atau kira-kira 40,7 cm, bila saat itu lahir sekalipun sangat dini, namun sudah bisa menangis dan bernafas

Bulan kedelapan dan Sembilan. Kalau semua oragan tubuh dan semua perkakas saraf sudah sempurna, maka masa dua bulan terakhir bagi janin digunakan untuk diperindah oleh penciptanya, yang maha pemurah. Pada saat itu Allah Swt membentuk lemak dengan cepat  pada seluruh tubuh, sehingga kulit yang tadinya masih keriput segera terisi lemak, bayi mulai kelihatan merah, lalu berubah menjadi warna yang lebih baik, tidak lagi seperti darah pada pembuluh-pembuluh darah di bawahnya. Dengan demikian maka terciptalah  seorang makhluk yang gagah dan cantik, seolah-olah bukan berasal dari sel-sel yang sangakt kecil dan tidak bisa tanpak oleh mata. Allah berfirman yang artinya “ kemudian kami tumbuhkan menjadi makhluk yang lain (yaitu seorang bayi yang tumbuh manis) maka maha suci Allah pencipta yang terbaik.  Begitupula dalam surat Ali Imran ayat 6 yang artinya “ Dialah yang membentuk Kamu dalam kandungan menurut kehendaknya. Juga dalam surat Azzumar ayat 6 artinya: ‘ Allah menjadikan kamu dalam Rahim ibumu setahap demi setahap dalam tiga kegelapan. Demikian tahapan singkat kejadian manusia dalam kandungan, dan bagaimana manusia  pada tahap kelahiran akan dibicarakan pada edisi berikutnya. 

Setelah  wafat perjuangannya misi dakwah dan Pendidikan dilanjutkan oleh murid-murid beliau antara lain: Ust. L. Abdul Hanan,   Pengasuh PP Daarul Athfal Ranjok Batukliang Utara, Ust. Abdul Hannan, S.Pd.I, Pengasuh PP Qudwatun Hasanah Mertak Kesambik Batukliang, Ust. Anwir  pengasuh PP Hidayatul Mubtadi Sangkewati Batukliang, Ust. Lalu Syarif Imamuzzahidin, MA, pengasuh PP Syarif Imamuzzahidin Klanjuh Batukliang, TGH. Khamsun, SH., M.Pd pimpinan PP Ulil Absor Panti Desa Jago Kec. Praya, Ust. Sabarman, M.Pd Yayasan Ibnu Sulaiman Bujak Batukliang,   Jalaludin, S.Pd Yayasan Abdul Hakim Al-Makrif Desa Barabali Batukliang, Haji Sadariah Sidik, S.Ag Yayasan Al-Fuady Desa Bujak Batukliang, Ust. Abdul Khalil, M.Pd.I Yayasan PP Al-Kholily Sombek Desa Selebung Batukliang, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag Pimpinan Yayasan Shautul Mushannif Tenten Lauq Batukliang,  yang saat ini dipercaya memegang organisasi Islam di NTB sebagai ketua Tanfiziah PWNU NTB priode 2019-2024, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Mataram priode 2021-2025.

Demikian biografi singkat almagfurulluah   Tuan Guru Haji Lalu Ibrohim Muhammad Thoyyib, Pimpinan Pondok Pesantren Uswatun Hasanah Cempaka Putih Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, perjuangan bidang dakwah dan Pendidikan, karya-karyanya bidang agama dan umum serta  murid-murid beliau yang melanjutkan perjuanganya. 

News Feed