oleh

Keluarga PDP Geruduk Rumah Sakit, Tolak Pemulangan Jenazah Pakai SOP Corona

Banyuwangi, (afederasi.com) – Satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19 berinisial BM (40), warga Kecamatan Tegalsari, meninggal dunia dalam perawatan di RS Al-Huda Gambiran, (24/7/2020).

BM yang lahir pada 16 Agustus 1975, itu meninggal sekitar pukul 01.00. Meski berstatus PDP, itu dimakamkan di pemakaman umum sesuai standar operasional prosedur (SOP) pasien Covid-19.

Namun, pihak keluarga awalnya menolak proses pemulangan sesuai SOP pasien Covid-19 tersebut. Sehingga, sejumlah keluarga korban sempat menggeruduk RS Al-Huda Gambiran.

“Sebenarnya korban memang memiliki sakit liver, kencing manis dan sesak,” ujar perwakilan keluarga, Bonari.

Bonari mengatakan, korban sempat sakit dan dibawa ke RS Geraha Medika Yosomulyo pada hari Selasa (21/7/2020). Selanjutnya, langsung di rujuk ke RS Al-Huda Gambiran pada Rabu (22/7/2020).

“Dua hari tiga malam, akhirnya korban langsung meninggal,” katanya.

Bonari mengaku pihak keluarga sebelumnya tidak mendapatkan informasi jika korban meninggal karena Covid-19. Dapatnya informasi tersebut, setelah korban meninggal.

“Makanya keluarga sempat menolak jika korban dimakamkan menggunakan SOP Covid-19,” terangnya.

Baca Juga  Ada Dua Tandan Pisang, Kelapa Muda, hingga Janur Kuning di Bangunan Masjid Besar Baiturrohman, Tangkal Virus Corona

Pihak keluarga, masih kata dia, sebenarnya hanya ingin kejelasan saja. Jika memang pasien positif Covid-19, keluarga menerima jika pemakaman sesuai SOP Covid-19.

“Korban sempat diswab awal negatif, sedangkan proses swab kedua belum keluar,” ungkapnya.

Selain itu, pihak keluarga yang menolak pemakaman sesuai SOP Covid-19 siap membayar jika korban memang tidak terpapar Covid-19. Karena, pihak keluarga ingin kepastian hasil swab tersebut.

“Jika memang positif, kamu menyadari dan siap menerima jika pemakaman sesuai dengan SOP yang ada,” terangnya.

Direktur RS Al-Huda Gambiran, Dr Indiati menjelaskan, sebenarnya tidak ada penolakan. Hanya saja, kesalahpahaman saja.

“Hanya salah paham saja, pihak keluarga tidak menyadari tujuan kami memperlakukan jenazah sesuai SOP Covid-19,” katanya.

Makanya, jelas dia, pihaknya bersama-sama melakukan mediasi bersama dengan pihak keluarga. Agar permasalahan bisa segera selesai.

“Saat ini sudah selesai, tidak ada permasalahan lagi. Keluarga juga memahami resiko jika tidak dilakukan sesuai SOP Covid-19,” terangnya.

Indiati menambahkan, pemakaman secara SOP Covid-19 ini dilakukan untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Karena, memang untuk hasil swab belum keluar dari Surabaya.

Baca Juga  Kodim 0823 dan GM FKPPI Semprotkan Disinfektan

“Jika memang hasilnya positif, semuanya akan ditanggung oleh pemerintah. Tetapi, untuk sekarang memang pihak keluarga sudah memahami,” pungkasnya. (ron/am)

News Feed