oleh

Ini Alasan Membuang Masker Sekali Pakai dengan Benar

Tulungagung, (afederasi.com) – Masker merupakan kebutuhan wajib sejak pandemi Covid-19 melanda. Bahkan, tingkat penjualan dan pemakaian masker medis maupun non medis pun kian meningkat. Namun yang perlu diperhatikan setiap orang adalah bagaimana cara membuang masker sekali pakai yang benar.

Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Mohammad Rifai menerangkan, bahayanya penggunaan masker sekali pakai secara berulang kali. Rifai melanjutkan, ancaman dari limbah masker sekali pakai yang dibuang sembarangan tentu akan berimbas pada kesehatan dan lingkungan tersebut.

“Tentu ada imbas dari pembuangan masker sekali pakai itu”. paparnya kepada tim afederasi.com, Selasa (13/10/2020)

Rifai melanjutkan, sesuai dengan instruksi pemakaiannya, masker sekali pakai ini tidak boleh direuse. Dilihat dari materialnya saja, masker sekali pakai ini bukan dari material yang bisa dipakai ulang bahkan jika dicuci pun akan hancur.

“Ya, harus sesuai dengan instruksi pemakaiannya,” lanjutnya

Rifai menambahkan, ketika ingin membuang masker sekali pakai ini, pihaknya menganjurkan untuk menggunting atau merusak sebelum kemudian membuangnya. Alasannya, untuk mencegah oknum-oknum yang memanfaatkan pendauran ulang masker sekali pakai yang dibuang dalam kondisi bagus atau masih bisa dipakai.

Baca Juga  Ketua SPSI Desak Jokowi Terbitkan Perppu

“Tak lain tak bukan untuk menghindari dari oknum-oknum yang memanfaatkan pendauran ulang masker sekali pakai tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, meski pun belum ada temuan penyalahguna pendauran ulang masker sekali pakai ini, alangkah baiknya untuk mencegah penyalah gunaan dari masker sekalai pakai yang sudah dibuang.

“Dibilang adanya potensi dari penyalah gunaan masker sekali pakai yang dibuang sembarangan, ya hal apa pun bisa jadi potensi,” terangnya.

Rifai pun melanjutkan, pembakaran limbah medis maupun non medis yang dilakukan oleh RSUD dr. Iskak bisa mencapai 20 drum dalam kurun 3 bulan. Hasil dari pembakaran limbah, langsung di kirim ke daerah Bogor yang merupakan pihak ketiga dari pengolahan pembakaran limbah.

“Dalam 3 bulan ada kurang lebihnya 20 drum, hasil dari pembakaran limbah medis mau pun non medis,” pungkasnya. (az/yp)

News Feed