oleh

Dari Scuba Hingga Masker SNI, Begini Tanggapan Masyarakat

Tulungagung, (afederasi.com) – Setelah ada larangan memakai masker scuba dan buff,  kini aturan baru juga mulai disusun terkait dengan pemakaian masker berlogo SNI. Tanggapanpun mulai beragam dari penjual sampai pembeli masker di Kota Marmer.

Terlebih, penggunaan masker dalam 7 bulan terakhir adalah atribut wajib bagi masyarakat dalam beraktifitas sehari hari.

Safii, salah satu pedagang masker di Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu mengaku tidak mempermasalahkan jika ada rencana pemerintah mewajibkan masyarakat memakai masker yang berlogo SNI.

“Saya setuju saja, kalau nanti masyarakat harus memakai masker yang logonya SNI,” ungkapnya kepada pihak afederasi.com, Sabtu (03/10/2020).

Pria berkumis tipis itu tidak menampik kalau dirinya juga akan beralih untuk menjual masker berlogo SNI. Meskipun akan berimbas pada stok dagangannya yang rata-rata terbuat dari kain, medis, maupun jenis scuba,

“Kalau anjuran pemerintah begitu, apa boleh buat, saya ngikut saja,” imbuhnya

Namun, Pria berambut ikal tersebut berharap pemerintah mensosialisasikan terlebih dahulu jika ada regulasi yang mewajibkan masker SNI. Harapannya, supaya nantinya tidak terjadi kesalahpahaman pada saat di lapangan.

Baca Juga  Nelayan Keluhkan Maraknya Keramba Lobster di Pantai Popoh

“Setelah pemerintah mewajibkan penggunaan masker untuk aktifitas setiap hari, peminat masker setiap hari selalu ada. Harganya pun relatif, scuba kisaran Rp 5 rb sampai Rp 7 rb, dan masker medis kisaran Rp 3 rb sampai Rp 4 rb.

Sementara itu, Imron salah satu pengguna masker mengatakan, jika nantinya jadi peraturan disahkan supaya tidak membebankan kepada pengguna masker yang setiap hari harus pakai masker.

“Saya kan kerja di luar, jadi kalau pakai masker mesti setiap hari. Menurut saya kalaupun nanti dianjurkan pakai masker SNI, supaya harganya bisa merakyat, syukur-syukur bisa gratis,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merumuskan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk masker berbahan kain. Hal itu dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat dari paparan virus, khususnya Covid-19. (is/yp)

News Feed