oleh

43.688 Anak di Kota Pahlawan Bakal Jalani Imunisasi

Surabaya, (afederasi.com) – Sebanyak 43.688 anak di Kota Pahlawan bakal mengikuti program  imunisasi. Program ini dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh bagi siswa Sekolah Dasar (SD) sederajat.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, program imunisasi tetap berjalan meski Pemkot Surabaya sedang fokus dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, pelaksanaan imunisasi ditahun sebelumnya yang dilakukan secara masal disetiap sekolah, kini pelaksanaanya dibagi menjadi beberapa shift setiap sesinya. Hal itu dinilai penting supaya disiplin protokol kesehatan (prokes) dapat diterapkan.

“Jadi mekanismenya, siswa akan dijadwalkan oleh gurunya. Setiap sesi ada 15 siswa yang diimunisasi. Setelah 15 siswa itu selesai, baru kemudian sesi berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, imunisasi yang digelar rutin setiap Bulan Oktober dan November ini akan berlangsung mulai hari ini. Setiap harinya, petugas puskesmas di Kota Pahlawan secara serentak berkeliling di masing-masing sekolah sesuai dengan wilayahnya.

“Jadi kami mulai hari ini serentak. Sudah ada jadwalnya,” kata Febri.

Ia juga menegaskan, imunisasi yang ditujukan kepada siswa kelas 1, 5 dan 6 SD sederajat itu, sudah diatur jadwal pelaksanaannya. Diantaranya yakni, hari pertama terletak di SD Karunia Hidup, Jalan Ngagel Tirto, Kelurahan Ngagel Tirto. Kemudian keesokan harinya, imunisasi digelar di MI Muhyidin, Jalan Gebang Kidul Kelurahan Gebang Putih. Berikutnya, untuk tanggal 16 Oktober ada empat titik lokasi di kelurahan yang berbeda-beda.

Baca Juga  RSUD dr Soedomo Bakal Bangun Gedung Berlantai Enam, Ketua Komisi III : Rencana Ajukan Pinjaman Rp 50 Miliar

Tidak hanya itu, untuk jenis imunisasinya yakni Measles Rubella (MR) dan Human Papiloma Virus (HPV) khusus Oktober Bahkan dari dua jenis imunisasi itu jumlah sasarannya mencapai 43.688 anak.

“Sementara itu, untuk pelaksanaan November jenis imunisasinya yakni Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (TD). Kalau yang ini ada tambahan kelas 2 SD,” paparnya.

Kendati demikian, dirinya berharap pelaksanaan imunisasi ini dapat berjalan dengan tetap disiplin prokes. Namun, pihaknya juga mengimbau kepada para guru agar dalam pelaksanaannya nanti, siswa-siswi harus terus dipantau dan diingatkan untuk disiplin.

“Biasanya kan anak-anak kalau sudah lama tidak ketemu kangen sama temannya. Tapi itu tetap harus terus dijaga, dan satu lagi anak-anak wajib menggunakan masker,” tutup Febri. (dwd/yp)

News Feed