Jumat, 22 Oktober 2021, 14:04 WIB

Warga Keluhkan Bau Menyengat dari Limbah Blotong

Situbondo, (afederasi.com) – Sebagian warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo mengeluhkan adanya tumpukan limbah blotong yang menimbulkan bau menyengat.

PJ Kepala Desa Klatakan, Sudiyanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan masyarakat atas kerugian akibat bau menyengat dari limbah blotong. Namun saat ini ada dua titik lokasi pertama digunakan sebagai produksi.

“Sebelumnya di desa sini hanya ada satu titik tempat pengelolaan limbah blotong. Namun saat ini ada dua titik, lokasi pertama digunakan sebagai produksinya, sedangkan lokasi kedua digunakan sebagai tempat penimbunannya saja,” ujarnya

Sudi menambahkan, penambahan jumlah tumpukan sampah berawal dari terbakarnya limbah blotong yang berada di Pabrik Gula Olean. Sehingga peralihan tempat limbah tersebut dipindah ke wilayah desa yang dipimpinnya.

“Pada hari rabu kemarin, saya dapati dua angkutan truk membawa limbah kedalam tempat penampungan. Satu truk sudah berhasil menurunkan limbah blotong, satu truk lagi masih belum diturunkan limbahnya,” imbuhnya.

Sementara itu Narwiyoto, warga sekitar mengatakan limbah blotong yang bau itu disebabkan oleh salah satu perusahaan di desa tersebut karena melebihi volume kapasitas pengelolaan limbah.

Baca Juga  Muara Tercemar Limbah, Ecoton Desak Pemerintah Terbitkan Larangan Plastik

“Produksi pengelolaan limbah blotong sudah lama berada di sekitar desa kami. Awalnya tidak ada dampak dari limbah. Namun seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit dampak bau menyengat mulai dirasakan warga,”katanya.

Narwiyoto menyebut awal mula pendirian perusahaan dan mulai melakukan produksi limbah blotong, masyarakat tidak dirugikan. Namun ternyata semakin lama semakin bau.

“Bisa jadi munculnya bau menyengat yang mulai dirasakan oleh masyarakat karena kapasitas produksinya berlebihan, atau alat yang digunakan sudah tidak maksimal. Sehingga proses penyaringan bau atau pengelolaan bau yang dihasilkan tidak bisa teratasi, dan dampaknya masyarakat yang dirugikan,” ungkapnya.(vya/dn)

News Feed