oleh

Terpapar Covid-19 disertai Komorbid, Perawat RS Unair Meninggal Dunia

Surabaya (afederasi.com) – Kabar duka kembali menyelimuti tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Surabaya. Pada hari Kamis (23/7/2020), seorang perawat bernama Nova Eka Twenty Putri SKep Ns yang terpapar virus Covid-19 dilaporkan meninggal dunia pukul 09.38 WIB. Almarhumah Nova merupakan salah satu nakes perawat yang bertugas di area hijau atau non-Covid-19 di RS Unair selama lima tahun. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Dirut RS Unair Prof Dr dr Nasronudin SpPD K-PTI FINASIM.

“Sebelumnya almarhumah terpapar Covid-19, jadi memang kenanya belum tentu kena di RS bisa di luar RS. Sebenarnya kerjanya ditetapkan di area hijau non-Covid-19,” ungkap Nasron saat dikonfirmasi di RS Unair, Jumat (24/7/2020).

Nasron mengungkapkan, almarhum yang meninggal di usia 28 tahun ini ternyata diketahui memiliki penyakit penyerta (komorbid). Bahkan salah satu perawat terbaik RS Unair ini dinyatakan mempunyai empat penyakit penyerta.

“Jadi beliau ini salah satu perawat terbaik kita, sebenarnya beliau termasuk mempunyai banyak komorbid. Ada obesitas, asma, hipertensi, kencing manis,” ujarnya.

Baca Juga  Pelanggan Pasar Keputran Beralih Ke Pasar Lain, Pasca adanya Puluhan Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menurutnya, almarhum merupakan nakes pertama yang meninggal di RS Unair. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, perawat yang sudah berdedikasi selama lima tahun ini dirawat 13 hari di ruang ICU.

Nasrob juga menjelaskan bahwa segala macam perawatan telah ditempuh oleh pihak rumah sakit. Akan tetapi, nyawanya tidak tertolong dan almarhumah Nova dipanggil oleh sang pencipta.

“Perawatan hari ke 13, jadi segala upaya sudah dilakukan, aneka macam obat yang seharusnya diberikan, diberikan semua tidak ada satu pun yang tertinggal. Upaya spirutual (berdoa) juga sudah diupayakan, didukung upaya pengobatan itu tapi akhirnya hari ini dipanggil Allah SWT,” kata Nasron.

Ia mengatakan sejak awal terpapar virus, almarhumah sudah tak sadarkan diri. Perawat Nova tiba-tiba terjatuh di RS dan tak sadarkan diri hingga 13 hari perawatan di ICU.

“Sejak awal beliau tidak sadar, waktu itu tiba-tiba jatuh sendiri, selama perawatan memang berat sekali. Jatuhnya disini, pingsan. Hasil swabnya memang positif. Mungkin jatuhnya akibat itu,” paparnya

Dirinya mengaku sangat merasa terpukul atas kepergian beliau. Pasalnya, dalam menangani Covid-19 ini harus serentak. Melihat sedemikian hari makin banyak pasien yang terpapar dan RS Unair ini merupakan salah satu rujukan nasional, yang akhirnya pasien datang dari berbagai macam tempat.

Baca Juga  Dua Pelaku Penjual HP Replika Diamankan, Begini Kronologinya

“Sebenarnya diperlukan kebersamaan keterpaduan yang harmonis bagus dengan jumlah yang cukup. Kalau sekarang ya kurang tenaga karena pasien semakin hari semakin banyak. Jadi, ya kita merasa sangat kehilangan sekali,” jelas Nasron.

Nasron juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi almarhumah selama hidup. Dan segala amal baiknya semoga diterima oleh yang maha kuasa.

“Kami atas nama karyawan turut berbelasungkawa kepada almarhum yang telah gugur mendahului kita. Semoga Tuhan yang maha kuasa mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal baiknya,” pungkas Nasron. (dwd/an)

News Feed