oleh

Tak Terimbas Covid-19, Permintaan Tembakau Naik

Tulungagung, (afederasi.com) – Akibat pendemi Covid-19 semua sektor perekonomian mengalami penurunan. Akan tetapi bagi pengusaha dan petani tembakau di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur tidak terimbas. Permintaan tembakau justru mengalami kenaikan.

“Permintaan tembakau tidak ada penurunan. Tembakau seperti alat pemuas bagi pria,”ujar Sutikno, pengusaha dan petani tembakau asal Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

Dia menjelaskan dalam satu hari bisa membeli tembakau dari para petani 3 kwintal. Rata-rata setiap bulan bisa menjual tembakau hingga 2,5 ton. Tembakau di jual di pulau jawa. “Permintaan yang paling banyak di Jawa Tengah,” jelas Sutikno.

Sutikno menjabarkan harga jual tembakau termasuk dalam kondisi aman karena sejak dulu harga tembakau memang merakyat. Selain itu, permintaan tembakau tidak ada penurunan bahkan hingga pandemi ini.

Masih menurut Sutikno, dia sejak kecil Sutikno sudah mengenal tembakau dari kedua orang tuanya. Selain pengusaha tembakau yang diturunkan oleh orang tuanya dirinya pun juga merupakan seorang petani tembakau.

“Saya tahu tembakau itu sudah sejak kecil, mulai dari bibit tanaman tembakau sampai menjadi rokok saya sudah mencoba prosesnya,” paparnya.

Baca Juga  Diduga Terkena Limbah PG, Hektaran Tanaman Tebu Mati

Sutikno mengaku, tembakau itu merupakan tanaman yang unik dan ada lebih dari 1000an macam. Beragam jenis tembakau dan pengaruh tanah penanaman itu juga bisa mempengaruhi warna dan cita rasa dari tembakau itu sendiri.

“Banyaknya perokok di Indonesia juga memperkaya cita rasa tembakau. Karena setiap perokok mempunyai pilihan tembakau favoritnya masing-masing,” terangnya.

Sutikno menambahkan dirinya juga menanam tembakau khas Tulungagung,  yaitu kali turi. Selain petani tembakau,  Sutikno juga membeli daun tembakau dan membeli tembakau kering dari para petani.

 “Tembakau kali turi banyak diminati masyarakat,”pungkasnya. (ziz/am)

News Feed