oleh

Tak Bisa Jualan Pentol Gegara Covid-19, Bapak Satu Anak Nekat Mencuri

Tulungagung, (afederasi.com) – Terdesak kebutuhan hidup, Pw (24) warga Desa Krosok Kecamatan Sendang nekat mencuri di koperasi Arta Phusaka Mandiri masuk Desa Sembon Kecamatan Karangrejo pada Minggu (10/5/2020) dini hari.

Sebelumnya, Pw adalah penjual pentol keliling. Sejak Covid-19 mewabah, tempat yang biasanya untuk menjajakan dagangannya menjadi sepi. Imbasnya, ia nekat mencuri untuk membayar hutang dan mencukupi kebutuhan istri dan seorang anaknya.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek,” kata Kapolsek Karangrejo AKP Sugeng melalui Kanitreskrim Aiptu Mukadi.

Mukadi mengatakan, aksi tersangka ini diketahui oleh warga yang sedang melaksanakan giat Siskamling. Ketika itu, warga curiga karena ada pria tidak dikenal sedang berada di depan koperasi sambil memegang pintu gembok.

“Saat ditanya, ternyata tersangka malah meninggalkan lokasi dengan sepeda pancalnya,” terangnya.

Mengetahui itu lanjut Mukadi, warga langsung curiga dan mengejarnya. Tersangka berhasil diamankan sekitar 100 meter dari lokasi. Saat diinterograsi ternyata tersangka mengakui baru saja masuk ke koperasi tersebut untuk mencuri.

“Tersangka sempat membuka laci, namun tidak jadi mencuri karena keburu tertangkap,” jelasnya.

Baca Juga  Waspada Penyebaran Covid-19 di Ruang Publik

Mukadi mengungkapkan, atas saran dari perangkat desa setempat akhirnya warga menyerahkan tersangka ke Polsek Karangrejo untuk di proses hukum.

“Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebuah gunting, dua buah obeng, sebuah sepeda pancal, sebuah tang, dan sebuah palu,” imbuhnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mencuri karena tidak memiliki sepeser uang pun untuk kebutuhan sehari-hari. Tak hanya itu, tersangka juga mengaku memiliki banyak hutang.

“Sebelumnya tersangka adalah penjual pentol yang biasa jualan di alon-alon. Karena ditutup, akhirnya ia tidak bisa berjualan lagi,” tambahnya.

Untuk meringankan beban hidupnya, tersangka juga sudah memulangkan istri dan anak semata wayangnya ke rumah orang tuanya. Sedangkan dirinya tetap bertahan di rumah kos masuk Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru.

“Apapun alasannya, proses hukum terus berlanjut, karena unsur pidananya terpenuhi,” jelas Mukadi.

Masih menurut Mukadi, modus yang dilakukan tersangka yakni berkeliling ke desa-desa dengan mengendarai sepeda pancalnya. Saat ada peluang, ia langsung beraksi dengan peralatan yang sudah dipersiapkan.

Baca Juga  Berdalih Tambah Stamina, Pedagang Roti Ini Konsumsi Pil Dobel L

“Jadi sebelum tertangkap, tersangka sudah pernah mencuri kopi dan kacang di sebuah warung,” ungkapnya.

Mukadi menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga tidak serta merta mempercayai keterangan tersangka.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 5e KUHP jo pasal 53 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.  (yp).

News Feed