oleh

Sterilisasi Ruang Gereja Katolik, Jelang Perayaan Misa di Tengah Pandemi Covid-19

Tulungagung, (afederasi.com) – Sterilisasi dilakukan di Gereja Katolik Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal (SMDTBA) Tulungagung sebelum digelarnya perayaan misa perdana secara tatap muka. Meski demikian misa dirayakan dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan secara ketat.

Dari pantauan afederasi.com, protokol kesehatan telah diterapkan di Gereja Katolik SMDTBA, seperti halnya penyemprotan disinfektan terlebih dahulu di ruang hingga sudut gereja yang hendak digunakan untuk misa. Sejumlah umat katolik yang datang juga diwajibkan menggunakan masker.

Jalan yang digunakan untuk masuk ke halaman gereja juga diatur, dengan memberikan tanda garis pembatas antar umat agar tidak terjadi kerumunanan. Satu persatu umat katolik yang datang diperiksa suhu tubuhnya dengan menggunakan thermogun, yang kemudian diwajibkan untuk cuci tangan sebelum masuk ke gereja.

Tempat duduk antar umat juga diatur dengan diberikan tanda silang sebagai penerapan physical distancing.

Ketua Sie Liturgi Gereja Katolik SMDTBA Tulungagung, Hadi Handoko mengatakan, perayaan misa ditengah pandemic Covid-19 ini berbeda dengan perayaan misa sebelumnya. Dimana, perayaan misa kali ini terbagi menjadi tiga waktu. Yakni Sabtu sore, Minggu pagi dan Minggu sore.

Baca Juga  Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan dengan 3T

“Ini disesuaikan dengan jumlah wilayah yang ada di Gereja Katolik SMDTBA Tulungagung, sehingga satu kali perayaan misa hanya satu wilayah yang mengikuti misa,” jelasnya.

Handoko melanjutkan, selain pembagian jam misa, kapasitas gereja hanya digunakan sebanyak 20 persen dari kapasitas normal. Jika sebelum pandemi mampu menampung hingga 700 umat, kali ini hanya untuk 170 umat.

“Jadi per misa hanya untuk 170 umat saja. Ini agar tetap ada jarak antar umat selama mengikuti misa, karena memang keterbatasan kapasitas juga,” jelasnya.

Handoko menambahkan pihaknya juga memisahkan antara pintu masuk dengan pintu keluar gereja. Yang mana, untuk masuk ke gereja para umat diwajibkan memasuki pintu bagian barat, sedangkan untuk pulangnya nanti mereka keluar melalui pintu bagian utara.

“Antara pintu masuk dengan keluar juga kami bedakan. Apabilan misa selesai, mereka dipersilahkan pulang secara berurutan, untuk menghindari kerumunan,” imbuhnya. (an)

News Feed