oleh

SLU Werdha Mulia Santosa Simulasikan Pembelajaran dengan Protokol Kesehatan

Sleman, (afederasi.com) –  Sekolah Lanjut Usia (SLU) Werdha Mulia Santosa di Desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik mensimulasikan pembelajaran dengan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ditengah pandemi Covid-19.

Dalam simulasi ini juga melibatkan televisi lokal dan Komisi Daerah Lanjut Usia Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Diharapkan, kegiatan ini bisa menginspirasi agar tetap peduli dalam mengembangkan program pendidikan bagi Lansia.

Berdasarkan pantauan afederasi.com, simulasi dilaksanakan di Masjid Baiturrohman setempat. Tampak, peserta SLU yang berjumlah 30 orang juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Peserta SLU yang berasal dari berbagai latar belakang keprofesian seperti pejabat pemerintah, dokter, pegawai bank, guru, petani, hingga  wirausaha ini cukup antusias mengikuti petunjuk dari simulator.

Ketua II Komisi Daerah Lanjut Usia DI Yogyakarta Suripto mengatakan, pembelajaran di SLU Werdha Mulia Santosa ini memang sempat terhenti akibat pandemi. Hal ini tentu saja membuat kekhawatiran peserta SLU. Sebab, diusianya yang sudah tidak lagi muda, tentu mereka sangat rentan terinveksi Covid-19/

“Tetapi seiring dengan kebijakan AKB dari Pemerintah, SLU Werdha Mulia Santosa mulai aktif dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Suripto melanjutkan, tentu saja terobosan ini memberikan angin segar dan harapan bagi peserta SLU kedepannya. Artinya, mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran dasar selama 12 bulan dengan materi kesehatan, psikososial, spiritual, kebencanaan dan pemberdayaan.

“Jadi, meski mereka ini sudah berusia lanjut namun tetap produktif di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sebagaimana proses belajar dan mengajar pada umumnya lanjut Suripto, setelah mendalami materi tahap pertama dengan ditambahkan materi praktik dan enterpreneur, peserta SLU juga diwajibkan terjun ke masyarakat untuk mempraktikkan semua ilmu yang didapatnya.

“Pembelajaran SLU ini dilakukan sebulan sekali dengan durasi 2-3 jam,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu peserta SLU Werdha Mulia Santosa Sampurno mengungkapkan, di dalam SLU tidak hanya memfasilitasi proses pembelajaran. Tetapi juga disertai program pendukung yang menarik seperti program cek kesehatan yang dilaksanakan setelah atau sebelum pembelajaran SLU dimulai.

“Cek kesehatan meliputi cek gula, tensi darah, kolesterol, asam urat dan sebagainya,” kata pria yang juga sebagai pensiunan dokter tersebut.

Sampurno berharap, kedepan diharapkan simulasi video profil SLU Werdha Mulia Santosa ini bisa menginspirasi kota/kabupaten yang lain di Indonesia untuk mendirikan dan mengembangkan SLU. Sebab, lanjut usia itu hanya masalah bilangan umur. Untuk belajar, membangun kemandirian dan produktifitas ekonomi akan terus berjalan dan diusahakan sampai kapanpun, baik secara personal, kekeluargaan, kelembagaan ataupun komunitas masyarakat sekitar. (sin/yp)

News Feed